RADAR JOGJA – Tokoh publik penerima vaksin CoronaVac produksi Sinovac tidak menjalani treatment khusus. Guna memastikan kesehatannya sebelum vaksinasi. Meski ada pengalaman Bupati Sleman yang kemungkinan terkonfirmasi positif Covid-19 sebelum disuntik vaksin.

“Saya sebagai bagian dari 12 orang itu (penerima vaksin tahap pertama, Red) tidak ada undangan untuk melakukan treatment atau wawancara. Tapi langsung besok,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Helmi Jamharis dihubungi Rabu (27/1).

Sebanyak 12 tokoh publik yang terdiri dari Sekda, Kapolres, Dandim, Kajari, Kadinkes, tiga tokoh agama, Ketua DPRD, Kadisdikpora, dan perwakilan pedagang pasar Bantul itu tidak menjalani rapid. Helmi juga mengaku tidak tahu teknis vaksinasi sebelum menjalaninya. “Saya hanya menerima undangan untuk hadir. Secara teknis (prosedur vaksinasi, Red), saya tidak tahu. Untuk hal-hal seperti itu, Dinkes yang akan lebih mengetahui,” ujarnya.

Menurut dia, yang pasti, vaksinasi dilakukan hari ini (28/1) pukul 08.00 bertempat di IGD RSUD Panembahan Senopati. Launching vaksinasi direncanakan, dilakukan oleh Bupati Bantul Suharsono. Lalu dilanjutkan vaksinasi kepada 12 tokoh publik Bantul.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan Medis sekaligus Koordinator Lapangan Vaksinasi RSUD Panembahan Senopati Agus Tri Widiantoro menjelaskan, alur vaksinasi dibagi menjadi empat tahap. Di mana tiap tahapnya memiliki satu meja. Pada meja pertama, penerima melakukan pendaftaran dan registrasi.

Selanjutnya, meja kedua yang merupakan meja screening. “Di sana ada anamnesa, wawancara, dan dilakukan pemeriksaan suhu serta tensi,” paparnya.
Calon penerima vaksin yang lolos screening selanjutnya masuk ke meja tiga. Meja inti, karena pada meja ini dilakukan penyuntikan vaksin CoronaVac. “Setelah itu masuk meja empat di ruang observasi. Kami akan tunggu selama 30 menit. Apakah ada tanda efek samping vaksinasi,” jelasnya.

Humas RSUD Panembahan Senopati Siti Rahayuningsih pun mengungkap, RSUD Panembahan Senopati sudah menerima vaksin Sinovac. Dia mengaku tidak tahu pasti jumlah dosis yang diterimanya, tapi jumlahnya lebih dari 40 dosis. Sehingga memenuhi kuota vaksinasi hari ini. “Jumlah tepatnya tidak tahu, soalnya yang menerima langsung bidang logistik,” sebutnya. Sementara untuk pelaksanaan rapid test sebelum vaksinasi, Siti menyebut tidak ada. “Besok ada screening di meja dua, tapi tidak rapid,” ujarnya. (fat/pra)

Jogja Raya