RADAR JOGJA – Tak mengacuhkan somasi terkait terbitnya Pergub DIJ Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum, Asosiasi Rakyat Untuk Demokrasi Yogyakarta (ARDY) melaporkan Gubernur DIJ ke ORI Perwakilan DIJ.

Pasalnya surat somasi terbuka yang mereka layangkan ke HB X pada 19 Januari lalu tidak mendapatkan tanggapan. Padahal ARDY sudah memberikan waktu sepekan untuk Pemprov DIJ memberikan respon soal somasi terbuka itu. Selain itu laporan itu juga dilakukan oleh ARDY karena ada indikasi kuat maladministrasi dalam penerbitan Pergub tersebut. “Hingga hari ini (kemarin) kami juga belum terima tanggapan apapun dari pemprov,” kata perwakilan ARDY Yogi Zul Fadhli di kantor ORI DIJ Rabu (27/1).

Yogi menjelaskan ada indikasi kuat maladministrasi dalam Pergub tersebut lantaran Gubernur terkesan sembunyi-sembunyi dalam menyusun peraturan itu. Artinya, kata dia, masyarakat tidak dilibatkan dalam proses penyusunan pergub itu. “Misalnya tidak ada kunjungan kerja, atau sosialisasi dalam bentuk apapun, tiba-tiba Pergub itu terbit,” jelas Direktur LBH Jogjakarta itu.

Sebelumnya, Pergub Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat Di Muka Umum itu memang sudah dipermasalahkan. Terutama pada pasal-pasal yang melarang aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Padahal di ketahui bersama bahwa pusat pemerintahan DIJ ada di kawasan itu.

Sementara itu Kepala ORI Perwakilan DIJ, Budi Masturi menyatakan pihaknya menerima laporan dari ARDY itu. Menurut Budi, ORI DIJ paling tidak butuh waktu sepekan untuk mempelajari laporan itu. “Ya nanti kami akan verifikasi dan validasi dulu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Budi juga akan memeriksa semua dokumen yang terkait dengan Pergub itu. Setelah itu tak menutup kemungkinan pihaknya juga akan memanggil Gubernur DIJ untuk dimintai klarifikasi soal Pergub itu.
Terpisah, Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono X tak masalah dirinya dilaporkan ke Ombudsman DIJ. Menurutnya, itu adalah salah satu cara dalam berdemokrasi. “Ya monggo saja, tidak masalah,” ujarnya singkat. (kur/pra)

Jogja Raya