RADAR JOGJA – Sebelumnya, Pemkab Bantul mengajukan 10 nama penerima vaksinasi tahap pertama. Mereka adalah wakil bupati, kapolres, dandim, kajari, tiga tokoh agama, dan perwakilan pedagang Pasar Bantul. Kemudian ditambahkan dua daftar nama baru yaitu ketua DPRD dan kadisdikpora Bantul.

“Untuk Wabup masih kami pertimbangkan aspek persyaratannya. Karena beliau sudah terdeteksi Covid-19. Kemudian kami persiapkan alternatif penggantinya,” papar Plt Asisten Pemkab Bupati Bantul Hermawan Setiaji ditemui usai menghadiri launching shelter tangguh Covid-19 Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, Selasa (26/1).

Alternatif nama yang diajukan sebagai pengganti Wabup adalah Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul. Ke-12 orang yang sudah terdaftar inilah yang nantinya menjajal vaksin Sinovac di Bumi Projotamansari. “Untuk menambah kepercayaan diri pemkab, tujuannya seperti itu. Tujuan vaksinasi sampel, memberikan keyakinan kepada masyarakat dan memberikan optimisme juga,” harapnya.

Calon penerima vaksin Sinovac tahap pertama di Bantul pun memberikan respons positif. Itu disampaikan Hermawan, lantaran dia sendiri yang menjadi mediator antara pemkab dan para tokoh. “Kemarin yang komunikasi dengan tokoh-tokoh itu kan saya. Dari tokoh yang kami minta jadi sampel dan tokoh teladan, responsnya bagus,” ujarnya.

Sekda Bantul Helmi Jamharis pun membenarkan dia akan menjadi salah satu penerima vaksin Sinovac. Setelah Wabup Abdul Halim Muslih terkonfirmasi Covid-19. “Karena Pak Halim terkonfirmasi Covid-19, maka digantikan saya,” ungkapnya.

Selain Helmi, calon penerima vaksin Sinovac tahap pertama di Bantul adalah Kepala Paroki Gereja Ganjuran Romo FX Krisno Handoyo. Romo Kris, sapaan akrabnya, diminta oleh pemkab sekitar dua minggu lalu. “Ya dua minggu lalu sudah dimintai datanya, tapi pelaksanaannya masih diundur, sekarang sudah (mundur, Red) satu minggu dari rencana semula,” tuturnya.

Sampai kemarin Romo Kris menyebut, belum mendapat kabar lanjutan terkait kepastian dirinya menerima vaksin Sinovac. Kendati Romo Kris merasa senang dan menyambut baik permintaan Pemkab Bantul. “Namun ini juga belum terlaksana dan masih menunggu kabar, kapannya (pelaksanaan vaksinasi, Red),” ujarnya.

Tapi, Romo Kris mengaku siap kapan pun dia akan diminta untuk menjalani vaksinasi. Termasuk bila dijadwalkan menjalani vaksinasi pada Kamis (28/1). “Yap, kemarin Sabtu (23/1) saya menjalani rapid antigen dan hasilnya negatif karena habis ketemu dengan yang terinfeksi Covid-19,” ucapnya. (fat/laz)

Jogja Raya