RADAR JOGJA – Sebanyak 187 pengungsi Merapi di Barak Pengungsian Glagaharjo dipulangkan ke Kalitengah Lor, Cangkirngan, Selasa (26/1). Sekitar pukul 10.31, seluruh warga secara bersamaan kembali ke rumah masing-masing dengan menaiki kendaraan roda dua dan empat yang sudah dipersiapkan.

Lurah Glagaharjo Suroto menjelaskan, masyarakat Kalitengah Lor pulang menggunakan kendaraan masyarakat. Pihak kalurahan juga telah menyediakan armada untuk mengantisipasi armada yang disiapkan masyarakat kurang. “Mereka tidak mau dipulangkan dengan mobil dinas dari BNPB, BPBD dan lainnya,” kata Suroto Selasa (26/1).

Sebelum pulang, para pengungsi sejak pukul 08.30 telah berkumpul di depan barak pengungsian untuk sarapan dan doa bersama. Hal ini sebagai rasa syukur karena selama 81 hari mengungsi masyarakat Kalitengah Lor telah diberikan keselamatan. Hingga mereka bisa kembali dusunnya di Kalitengah Lor.

Pulangnya masyarakat, kata Suroto, berdasarkan arah ancaman bahaya Merapi yang saat ini ke wilayah selatan sampai barat daya. Meski demikian, masyarakat Kalitengah Lor harus tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat aktivitas Merapi statusnya masih level III atau siaga. “Serta zona 3 kilometer dari puncak tidak boleh untuk aktivitas seperti merumput,” lanjutnya.

Suroto mengakui tidak ada warga yang bertahan di barak pengungsian. Meski demikian, hal ini tidak membuat barak langsung ditutup. Namun barak dan posko yang ada akan tetap disiapkan. Begitu pula dengan relawan dan tim SAR juga bersiaga untuk mengantisipasi jika erupsi terjadi.

“Kita tidak mau seperti kejadian erupsi 2006, yang mana pengungsi sempat dipulangkan dua hari namun harus kembali lagi ke barak. Masyarakat tetap siaga dan di atas juga telah disediakan armada. Ini untuk antisipasi saja jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan,” ungkap Suroto.

Salah seorang pengungsi, Suparmi, 50, mengaku senang bisa kembali pulang. Meski ada perasaan takut karena aktivitas Merapi masih tinggi, ia merasa lebih nyaman tinggal di rumah. Apalagi ia telah mengungsi lebih dari 2,5 bulan sejak Merapi dinaikkan statusnya dari waspada menjadi siaga pada 5 November 2020.

Suparmi sendiri selalu siap jika nantinya pihak pemerintah kembali merekomendasikan masyarakat Kalitengah Lor untuk kembali mengungsi karena aktivitas Merapi kembali meningkat. “Tetap waspada dan kami siap kalau disuruh mengungsi lagi,” tuturnya dengan wajah semringah. (eno/laz)

Jogja Raya