RADAR JOGJA – Memulangkan masyarakat Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, setelah 81 hari mengungsi adalah langkah yang dinilai aman. Hal ini karena potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Kali Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana menjelaskan, alasan dipulangkannya masyarakat Kalitengah Lor karena tidak termasuk dalam wilayah ancaman. Sehingga pemulangan pengungsi dinilai aman. Hanya saja, masyarakat tetap harus memperhatikan kewaspadaan dan meningkaatkan kesiapsiagaan saat berada di rumah. “Di rumah mereka nyaman, namun tetap waspada,” kata Biwara kemarin (26/1).

Meski saat ini arah ancaman ke selatan-barat daya, Biwara mengaku belum ada rekomendasi untuk masyarakat mengungsi. Mengingat jarak ancaman masih tetap 5 kilometer dan pemukiman terdekat Merapi berjarak 6,5 kilometer. Adanya masyarakat Turgo yang kini mengungsi, ada edukasi dan pendekatan psikologis yang dilakukan.

Meski evakuasi mandiri penting, saat ini hal tersebut masuh belum diperlukan. Yang perlu diperhatikan saat ini adalah adanya banjir lahar karena adanya curah hujan tinggi dan material Merapi yang menumpuk. Namun sesuai laporan Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, hal ini masih dalam radius aman di jarak 5 kilometer.
Akan tetapi jika curah hujan tetap tinggi, masyarakat juga perlu memperhatikan debit air di sungai yang bisa saja meningkat. “Yang berada di bantaran sungai harus berhati-hati,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya menuturkan, status tanggap darurat Merapi tidak dicabut. Mengingat status Merapi yang masih siaga, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Pemprov DIJ terkait perpanjangan status tersebut.

Harda mengaku senang karena masyarakat Kalitengah Lor bisa pulang ke rumah. Ia mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat meski sudah berada di rumah. “Tetap waspada Merapi dan pandemi Covid-19,” katanya.

Meski saat ini belum ada rekomendasi mengungsi untuk masyarakat di sisi selatan-barat daya Merapi, Harda mengaku pihaknya telah mempersiapkan barak pengungsian. Lengkap dengan sekat, sarana dan prasarana protokol kesehatan. “Logistik juga telah disiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” beber Harda. (eno/laz)

Jogja Raya