RADAR JOGJA – Jogjakarta telah mendapatkan jatah vaksin Sinovac termin kedua. Total vaksin yang diterima mencapai 44.400 vaksin. Seluruhnya telah tersimpan di gudang farmasi milik Dinas Kesehatan DIJ. Dalam termin pengiriman pertama, Jogjakarta telah mendapatkan 26.800 vaksin.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan vaksin akan terdistribusi merata untuk seluruh kabupaten dan kota. Khusus untuk Kota Jogja dan Kabupaten Sleman merupakan pengiriman termin kedua. Sementara untuk Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo baru termin pertama.
“Karena Sleman dan Kota Jogja sudah menerima tahapan pertama. Untuk tiga kabupaten lain langsung dikirim di termin sekaligus,” ujarnya ditemui di Kompleks Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (25/1).

Walau terdapat selisih hari, Aji memastikan program vaksinasi tetap berjalan normal. Untuk kabupaten Sleman dan Kota Jogja memasuki vaksinasi tahap kedua. Sementara untuk Kabupaten Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo baru tahapan pertama.

Sasaran pertama dalam vaksinasi ini adalah para tenaga kesehatan. Selain itu adapula tokoh-tokoh terpilih di masing-masing Kabupaten dan Kota. Vaksin dilakukan dalam dua kali suntikan dengan selisih waktu 14 hari.
“Kalau nakes junlahnya kisaran 35 ribu. Kalau dua kali pengiriman itu dijumlah sudah 70 ribuan vaksin. Sudah cukup untuk nakes,” katanya.

Detail distribusi vaksin termin kedua setiap wilayah berbeda. Kabupaten Sleman mendapatkan jatah 13.040 vaksin, menyusul Bantul dengan 10.760 vaksin. Lalu Kota Jogja dengan 9.600 vaksin, Gunungkidul dengan 5.520 vaksin dan Kulonprogo dengan 5.480 vaksin. Sementara sisa 5.020 vaksin menjadi alokasi di Pemprov DIJ.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menuturkan jatah vaksin Sinovac Sleman akan dikirim Rabu (30/1). Apabila sesuai rencana, maka vaksinasi tahap kedua berlangsung sehari setelahnya, Kamis (31/1). Disatu sisi, saat ini jajarannya masih merampungkan vaksinasi tahap pertama.

“Kalau besuk Rabu vaksin jadi kami terima tentu saja Kamis bisa langsung dimulai putaran ke dua, sambil tetap menyelesaikan putaran pertama,” ujarnya.
Mantan Direktur Utama RSUD Sleman ini tak menampik adanya kendala vaksinasi tahap pertama. Berupa perubahan sistem registrasi bagi calon penerima vaksin. Alhasil pihaknya harus mendata ulang bagi calon penerima vaksin Sinovac.

Tercatat hingga saat vaksinasi tahap pertama di Sleman baru berjalan 34 persen. Joko memaparkan apabila dengan aturan lama bisa selesai maksimal 8 hari. Dengan perhitungan di 52 fasilitas pelayanan kesehatan. Target harian mencapai 60 penerima vaksin selama 4 hari dalam satu Minggu.
“Kendalanya hanya karena aturan vaksinasi yang masih dinamis. Semula semua sasaran harus mau divaksin di faskes yang sudah terdaftar, belakangan semua SDM kesehatan diharapkan mendapat vaksinasi di tempat dia bekerja apabila tempat dia bekerja terdaftar sebagai pelaksana faskes,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya