RADAR JOGJA – Pembelajaran tatap muka di DIJ dipastikan tidak bisa digelar di bulan Februari, sesuai rencana sebelumnya. Pasalnya, pandemi Covid-19 masih belum bisa dikendalikan. Terlebih, pemerintah pusat memperpanjang pemberlakuan kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali hingga 8 Februari 2021.

Sebelumnya Gubernur DIJ Hamengku Buwono X sempat menerbitkan Surat Edaran No. 12/SE/XII/2020 tentang Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di DIJ. Surat itu terbit 28 Desember 2020 lalu. Dalam surat itu kepala daerah dan lembaga penyelenggaraan pendidikan diminta menyiapkan kebijakan pembukaan pembelajaran tatap muka.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, karena situasinya belum kondusif, pelaksanaan pembelajaran tatap muka belum dimungkinkan. “Di surat edaran kami menyebutkan kalau paling cepat Februari, kalau semua baik-baik saja. Tapi situasinya ini kan tidak memungkinkan,” katanya.

Aji akan meminta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIJ untuk membuat surat edaran terkait penundaan pembelajaran tatap muka. “Kami segera minta ke Dinas Pendidikan agar menyampaikan surat edaran ke sekolah-sekolah bahwa pembelajaran tatap muka ditunda sampai situasi membaik,” tandasnya.

Sementara itu, setelah sempat dua hari menyentuh angka 400 kasus positif, DIJ mengalami penurunan kasus positif Minggu (24/1). Dalam laporan yang disusun tim Gugus Tugas Covid-19 DIJ, tercatat ada penambahan 210 kasus positif virus korona.

Dengan demikian, total kasus positif sampai saat ini tercatat di angka 19.419 kasus. Untuk kasus sembuh juga bertambah 186 kasus Minggu (24/1). “Sehingga total sembuh menjadi 12.730 kasus,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih.

Untuk kasus meninggal dunia juga ada penambahan kemarin (24/1) yakni sembilan kasus. Total korban meninggal yang tercatat oleh Gugus Tugas Covid-19 Pemprov DIJ kini sudah menyentuh angka 439 kasus. (kur/laz)

Jogja Raya