RADAR JOGJA – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji meminta seluruh elemen masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurutnya ancaman paparan virus yang berkembang di Wuhan Tiongkok ini masih cukup tinggi. Bahkan terhadap orang yang selalu berhati-hati terhadap paparan.

Pernyataan ini guna menanggapi dua pejabat pimpinan daerah di Jogjakarta yang terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah sebelumnya Bupati Sleman Sri Purnomo, kini Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Sosok ini mengumumkan positif Covid-19, Minggu malam (24/1).

“Saya kira pak Halim dan Pak Sri Purnomo sudah disiplin prokes. Tapi pendapat saya sama dengan pak Doni (Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo). Beliau sudah sangat hati-hati karena selalu disiplin, tapi ternyata ada celah momen yaitu saat makan,” jelasnya ditemui di Komplek Kantor Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (25/1).

Menurutnya saat momen tersebut, prokes Covid-19 kerap lengah. Berupa melepas masker saat melakukan santap kuliner. Potensi bahaya semakin tinggi saat melepas masker di lokasi keramaian.

Diketahui bahwa Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat tersebut kini terpapar Covid-19. Diduga penukaran terjadi saat Jenderal TNI Bintang 3 ini membuka masker saat makan bersama. Alhasil terpapar dari sumber yang belum diketahui.

“Ada momen melepas masker, saat makan bersama. Kemarin pak Doni akhirnya memberikan imbauan kalau makan tidak usah bareng-bareng. Sendiri saja, ini kelihatannya sepele tapi penting untuk disosialisasikan,” katanya.

Pemprov DIJ, lanjutnya, juga mengevaluasi sejumlah kebijakan lainnya. Terutama terkait pertemuan tatap muka antar pejabat daerah. Pasca dua pejabat petinggi terpapar Covid-19 tentu menjadi evaluasi.

Aji menambahkan, Mekanisme rapat pimpinan daerah, akan dilakukan secara daring. Skema ini guna meminimalisir potensi paparan Covid-19. Terlebih setiap pimpinan daerah memiliki mobilitas yang cukup tinggi.

“Pertemuan tatap muka akan kami kurangi. Dulu kombinasi antara daring dan tatap muka. Kamis besok (28/1) ada rapat evaluasi kabupaten kota, besok penuh online. Nanti yang di Kepatihan Pak Gubernur, pak Wagub dan saya. Kepala daerah cukup di kantornya masing-masing,” tambahnya.(dwi/sky)

Jogja Raya