RADAR JOGJA – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsoskertrans) Kota Jogja menggelar kegiatan pelatihan berdasarkan unit kompetensi tahun anggaran 2021. Upaya ini sebagai bentuk respon akibat pandemi Covid-19 yang terpaksa banyak tenaga kerja dirumahkan atau tidak dipekerjakan lagi.

Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja (PTK) Dinsoskertrans Kota Jogja Erna Nur Setianingsih mengatakan, pelatihan tersebut gratis tidak dipungut biaya. Pendaftaran pelatihan akan dimulai per 1 Februari namun tahapan-tahapan sudah diumumkan ke wilayah. “Ini untuk memberikan bekal keterampilan dan mengurangi pengangguran,” katanya belum lama ini.

Erna menjekaskan berbagai jenis pelatihan yang akan dilaksanakan sudah mempertimbangkan dengan situasi pandemi Covid-19. Pelaksanaannya pun ada yang digelar online, offline, maupun semi tatap muka dengan pembatasan tertentu. “Tapi untuk jenis pelatihan yang bisa dionlinekan, ya kami onlinekan mengingat dengan situasi Covid-19 mematuhi prokes,” ujarnya.

Pada tahun anggaran 2021 ada 15 program pelatihan yang akan dilakukan. Diantaranya pelatihan laundry sepatu, tas dan helm, pelatihan penyusunan paket wisata, cake and pastry 2 angkatan, pembuatan makanan dan minuman kekinian untuk foodstall, pelatihan sosial media marekting, pembuatan aneka produk frozen food. Babershop, menjahit terampil, barista, tata rias kecantikan, batik kontemporer modern, gelato dan ice cream, menjahit dasar, menjahit busana pengantin, stir mobil dan SIM A umum. “Ada delapan materi yang kami online-kan, tapi ada yang dikombinasikan perlu tatap muka ya tatap muka. Kalau yang offline ya karena dibutuhkan banyak praktek,” jelasnya.

Penentuan jenis pelatihan ini, berdasarkan sejumlah pertimbangan. Salah satunya memperhatikan satu usulan pada musyawarah rencana pembangunan di wilayah, minat masyarakat dan juga melihat peluang usaha yang sekarang ini.

Pada tahun lalu kegiatan keterampilan tidak bisa dilaksanakan optimal karena harus melakukan refocusing anggaran untuk kebutuhan penanganan Covid-19. Dari belasan pelatihan yang sudah disiapkan tahun lalu, hanya baru tiga pelatihan yang sempat dijalankan seperti stir mobil, cake and pastry, dan menjahit dasar. Pun kuota pelatihan ini tetap memperhatikan sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada. “Mudah-mudahan dalam perjalanan tidak direfokusing lagi. Kalau kami tetap mempertahankan,” tambahnya yang menyebut pelatihan bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kota Jogja.

Setelah pelatihan ini, Dinsoskertrans tidak tinggal diam. Pihaknya juga akan berupaya menjalin komunikasi dan koordinasi kepada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan pekerja sesuai bidang usahanya. “Kalau dia (peserta) bisa dimagangkan kita magangkan nanti lihat dari sisi usia. Tapi kalau nggak, ya mereka yang dirumahkan dan tidak dipekerjakan kami harapkan bisa jadi satu alternatif menjadi tenaga kerja mandiri,” imbuhnya. (wia)

Jogja Raya