RADAR JOGJA – Warga lereng Merapi yang mengungsi di Barak Banjarsari, Glagaharjo, Cangkringan, akan dipulangkan Selasa (26/1) besok pagi. Ini menindaklanjuti surat edaran Bupati Sleman Sri Purnomo sesuai ketentuan usainya pemberlakuan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) pada hari ini (25/1).

Panewu Cangkringan Suparmono menjelaskan, adanya surat edaran tentang pemulangan warga sudah mendapatkan kesepakatan antara kalurahan dan warga di pengungsian setempat. Disepakati bahwa pemulangan warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, akan dilakukan pada 26 Januari. Warga Kalitengah Lor ini mengungsi sejak status Merapi dinaikkan menjadi siaga atau level III pada 5 November 2020.

Nantinya, pemulangan akan dilakukan oleh Unit Pelaksana Kalurahan Glagaharjo dan dibantu relawan lokal, yakni Komunitas Siaga Merapi dengan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan. “Selain itu, dari muspika setempat juga akan melakukan pendampingan,” jelas Suparmono kemarin (24/1).

Menurutnya sampai saat ini masih ada 173 warga dari Kalitengah Lor yang mengungsi di Barak Banjarsari. Jika nantinya masih ada masyarakat yang khawatir dan tidak ingin pulang ke rumah karena kondisi Merapi, Barak Banjarsari masih bisa digunakan. “Tetap akan kami fasilitasi di pengungsian. Meskipun pengungsi sudah pulang, posko di Glagaharjo tetap akan beroperasi,” lanjutnya.

Sedangkan untuk ternak yang saat ini ada di kandang darurat dan Singlar, rencananya dipulangkan sesuai dengan kesepakatan warga. Beberapa ternak, kata Suparmono, sudah ada yang ditetapkan untuk dipulangkan minggu ini. Sesuai dengan perhitungan baik bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Sleman Harda Kisyawa menjelaskan, meskipun masyarakat dan ternak sudah boleh kembali ke Kalitengah Lor mulai Selasa (26/1), masyarakat dan ternak bisa diungsikan kembali. Hal itu disesuaikan dengan kondisi Merapi jika nantinya kembali meningkat serta jika ada rekomendasi dari BPPTKG Jogjakarta.

“Bila terjadi kondisi krisis Merapi setiap saat, dapat diungsikan kembali,” kata Harda. Sedangkan untuk kawasan wisata di sekitar lereng Merapi, ia menuturkan ada beberapa wisata yang diperbolehkan untuk buka secara terbatas. Kecuali kawasan wisata Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo, dan Wisata Religi Turgo.

Untuk kegiatan penambangan, hingga saat ini juga masih tidak diperbolehkan untuk beroperasi. “Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk dihentikan,” jelas Harda.
Mengingat Januari hingga Februari 2021 masuk dalam musim penghujan, ia mengimbau semua pihak untuk mengantisipasi adanya ancaman banjir lahar hujan. Khususnya mereka yang berada di sekitar sungai yang berhulu di Gunung Merapi. (eno/laz)

Jogja Raya