RADAR JOGJA – Gunung Merapi masih mengeluarkan guguran lava pijar. Guguran mengarah ke barat daya menuju hulu Kali Krasak. Meski status masih di level III atau siaga, sejumlah kelompok rentan di lereng Merapi wilayah barat, tepatnya di Padukuhan Turgo, sejak Rabu malam (22/1) mulai mengungsi.

Musdianto, warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, mengatakan, kelompok rentan yang mulai mengungsi mayoritas dari RT 3 dan RT 4 atau sekitar 30 kepala keluarga (KK). Meliputi lansia, balita, dan ibu hamil. Mereka mengungsi di SD Tritis. Berjarak sekitar 7 kilometer dari puncak Merapi dan jauh dari jangkauan sungai.

“Lokasi mengungsinya masih satu dusun. Istilahnya hanya pindah tidur,” ungkap Musdiantoro saat dihubungi Jumat (22/1). Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan apabila sewaktu-waktu ada peningkatan aktivitas Merapi.

Warga mulai ke lokasi pengungsian pukul 18.00. Kemudian pagi hari kembali lagi ke rumah masing-masing dan tetap beraktivitas seperti biasa. Meski lokasi pengungsian belum ada penyekatan, protokol kesehatan (prokes) dilaksanakan dengan ketat.

Dikatakan, kondisi pengungsian sudah tersedia semua perlengkapan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman. Seperti matras dan logistik berupa obat-obatan. “Sudah di droping perlengkapan. Kebutuhan makan kemarin sudah dikirim dari Posko Pakem,” katanya.

Musdiantoro mengaku masih beraktivitas normal seperti biasa, kendati suara gemuruh Merapi kerap terdengar dari kediamannya. Warga terus waspada pergerakan Merapi dan selalu melakukan pemantauan visual aktivitas gunung api ini. Mayoritas warga dinilai sudah paham. “Warga sendiri masih santai. Nggak perlu panik,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman Joko Supriyanto menyebut, data per Kamis (21/1) terdapat 30 KK kelompok rentan dengan total 63 jiwa. Meliputi dewasa 27, lansia 12, anak-anak 17 dan sisanya balita.

Terkait antisipasi erupsi Merapi yang kini mengarah ke barat daya, sudah disiapkan. Termasuk barak pengungsian di Kapanewon Pakem dan Turi. Ada 12 lebih barak pengungsian milik BPBD Sleman yang sudah disekat sesuai prokes. Kapasitas mencapai 350 orang atau separo dari total kapasitas.

Pihaknya juga sudah memiliki skenario apabila ada perluasan bahaya hingga Dusun Tunggularum, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, dan Dusun Ngandong Tritis di Kalurahan Girikerto.

Sesuai rencana kontingensi erupsi Merapi, adaptasi terhadap prtokes Covid-19, pengungsian bagi warga Turgo sudah disiapkan barak utama di Kalurahan Purwobinangun dan SD Tawangharjo. Sementara di Dusun Tritis, Ngandong juga juga disiapkan lima titik pengungsian. Yakni di Balai Kalurahan Girikerto, SMP Girikerto, SD Soprayan, dan Lapangan SMP 3 Turi. “Untuk evakuasi ternaknya dipusatkan di Lapangan Nglempong,” ujarnya. (mel/laz)

Jogja Raya