RADAR JOGJA – Pemkab Sleman melakukan tracing dengan rapid test antigen mereka yang kontak langsung, baik di dalam maupun di luar pemkab, menyusul Bupati Sri Purnomo (SP) positif Covid-19. Swab antigen digelar di Pendapa Parasamya Sleman, Jumat (22/1).

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi menyebut, ada sekitar 138 orang yang dilakukan rapid test antigen. Selain pejabat pemerintahan, ada pula pegawai instansi di luar pemkab dan masyarakat. Juga pegawai yang kontak langsung dengan pimpinan instansi yang juga terpapar Covid-19.

“Rapid tes antigen ini terbuka bagi masyarakat yang rentang waktu tertentu berkegiatan bersama-sama di acara bersamaan bupati Sleman,” ungkap perempuan yang akrab disapa Evie ini di Pendapa Parasamya Sleman, Jumat (22/1).

Dari hasil raoid test antigen itu diketahui tujuh pegawai Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapail) Sleman dan satu karyawan rumah dinas bupati positif Covid-19. Mereka yang positif diminta melakukan isolasi mandiri. Selanjutnya jika timbul gejala, bisa dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR).

Belum diketahui pasti penyebab Bupati Sri Purnomo terpapar Covid-19. Kendati sebelumnya bupati sempat berkegiatan di Kapanewon Ngaglik, Sleman. Dia sempat kontak dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan jajarannya pada Senin (18/1) lalu.

Kemudian Selasa (19/1) mendampingi Gubernur Hamengku Buwono X melakukan pemasangan secara simbolis patok pertama proyek tol trase Jogjakarta-Bawen. Sedangkan hari Rabu (20/1) juga ada audiensi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Evie menyebut, tidak bisa mematok target berapa yang sudah kontak langsung. Namun ada pula yang sudah melakukan swab mandiri. “Kami tidak memaksa untuk ikut di sini. Yang terpenting semua pihak selama seminggu terakhir berkegiatan bersama, kami berikan kesempatan untuk rapid tes antigen di pendapa,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Hardo Kiswoyo menambahkan, ada tiga pegawai Disdukcapil yang lebih dulu terpapar Covid-19. Kendati begitu, pelayanan umum di Disdukcapil tetap buka secara terbatas. Pelayanan hanya sebatas legalisasi. Untuk pelayanan lainnya baru dilayani Senin (25/1).

“Perlu ditekankan, bupati terpapar Covid-19 bukan karena vaksin nggak manjur. Vaksin tahap pertama baru menapak naik imun,” bebernya. Disampaikan, karena terpapar Covid-19 maka Sri Purnomo tidak menerima vaksin tahap kedua.

Kondisi Bupati Sri Purnomo pun saat ini baik-baik saja dan sedang melakukan isolasi mandiri di Rumah Dinas Bupati. Sementara sembilan tokoh lainnya yang menjalankan vaksinasi perdana, kondisinya juga baik-baik saja.

“Tidak ada masalah dengan vaksin,” ujarnya. Meski begitu, beberapa pegawai melakukan isolasi mandiri. Pemerintahan juga tetap berjalan dengan mengoptimalkan online atau daring. (mel/laz)

Jogja Raya