RADAR JOGJA – Perpanjangan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) direspon Pemprov DIJ dengan wacana yang sama terhadap Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Wacana yang beredar, kebijakan ini akan diperpanjang dari 26 Januari hingga 8 Februari. Imbas dari kebijakan ini adalah batalnya pembelajaran tatap muka selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Didik Wardoyo memastikan kebijakan percontohan pembelajaran tatap muka diundur. Langkah ini menyikapi wacana perpanjangan PTKM. Kaitannya adalah mengurangi kerumunan dalam satu lokasi dengan intensitas waktu cukup lama.

“Otomatis percontohan tatap muka belum bisa. Belum bisa dipastikan kapan uji cobanya. Kami tetap mengikuti kebijakan te, rsebut (perpanjangan PTKM),” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (22/1).

Didik Wardoyo mengatakan, awalnya Disdikpora telah menyusun skema percontohan pembelajaran tatap muka. Setidaknya ada 10 sekolah tertunjuk sebagai percontohan. Berupa skema penerapan kegiatan belajar mengajar tatap muka selama pandemi Covid-19.

Sayangnya rencana ini buyar sebelum terlaksana. Didik memahami perpanjangan PTKM telah melalui kajian. Terutama masih tingginya angka kasus Covid-19 di Jogjakarta.

“Sepuluh sekolah tersebut sudah siap dari segi sarana dan prasarana. Meliputi adanya tim gugus tugas tingkat sekolah, penyediaan fasilitas hand sanitizer dan cuci tangan, serta penataan atau pengurangan meja kursi di setiap ruang kelas agar berjarak, hingga jadwal masuk siswa,” katanya.

Walau begitu jajarannya tetap menyiapkan skema pasca PTKM. Setidaknya sebagai rencana persiapan jika PTKM berakhir 8 Februari. Tentunya tetap sesuai dengan rencana awal sebelum penerapan kebijakan PTKM.

Didik Wardoyo menambahkan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pihak perguruan tinggi di Jogjakarta. Diketahui bahwa skema KBM tatap muka berjalan apabila perkuliahan berjalan lancar. Dalam artian protokol kesehatan berjalan efektif dan tak muncul kasus Covid-19.

“Sistemnya adaptasi dari penerapan di perguruan tinggi. Mantu kami evaluasi, apakah bisa tatap muka atau dimodifikasi. Misalnya hanya kelas konsultasi seperti yang pernah dilakukan,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya