RADAR JOGJA – Kasus baru virus Corona atau COVID-19 di Jogjakarta  kembali pecah rekor.  Pemprov  DIJ mencatat , Jumat (22/1) terdapat penambahan 478 kasus baru positif COVID-19. Sehari sebelumnya, angka kasus Covid-19 baru di Jogjakarta mencapai 456 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ Berty Murtiningsih belum bisa menjelaskan secara detil penyebab lonjakan kasus. Ada beberapa dugaan kasus muncul secara serentak. Salah satu dugaan adalah pasca libur natal dan tahun baru.

“Apakah bisa dikatakan ini hasil dari tracing liburan Nataru? Bisa dikatakan demikian. Tapi tidak sepenuhnya, karena kami juga masih melakukan tracing secara mendetil untuk semua kasus,” jelasnya, Jumat (21/1).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIJ ini juga menjawab seputar efektivitas Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Dimana penerapan kebijakan ini justru tak menyurutkan angka pertambahan kasus baru. Terbukti dengan pemecahan angka rekor kasus dalam dua hari berturut-turut.

Disatu sisi Berty turut memaparkan hasil tracing sementara. Kasus baru justru didominasi boleh tracing kasus terdahulu. Tepatnya sebelum kebijakan PTKM berlaku di Jogjakarta.

“Apakah tidak efektif juga belum bisa disimpulkan demikian. Penularan di Jogjakarta ini memang tinggi dan masyarakat belum optimal mendisiplinkan diri dengan melakukan protokol kesehatan dengan baik,” katanya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ setiap kabupaten kota memiliki sebaran hampir merata. Didominasi Kota Jogja dan Kabupaten Sleman dengan 119 kasus. Menyusul kemudian Bantul dengan 97 kasus, Gunungkidul dengan 77 kasus dan Kulonprogo sebanyak 66 kasus.

Dari total kasus tersebut, riwayat tracing kontak erat sebanyak 299 kasus. Menyusul kemudian pemeriksaan kesehatan mandiri sebanyak 103 kasus. Hasil screening karyawan kesehatan sebanyak 4 kasus dan 1 kasus pelaku perjalanan.

“Masih ada tersisa 71 kasus yang belum jelas riwayatnya. Masih kami dalami, untuk sementara memang belum ada info. Kalau akumulasi kasus saat ini sudah 18n736 kasus,” ujarnya.

Gugus Tugas Covid-19 DIJ juga melaporkan adanya 374 pasien dinyatakan sembuh. Sehingga total sembuh menjadi 12.427 kasus. Adapula 5 pasien meninggal dunia. Akumulasi pasien meninggal dunia mencapai 422 kasus.

“Detil pasien meninggal diantarany kasus 13.163, laki-laki usia 65 tahun asal Sleman. Lalu kasus16.979, perempuan usia 65 tahun, kasus 17.870, perempuan usia 58 tahun dan kasus 18.586, perempuan usia 73 tahun. Ketiganya warga Bantul. Lalu kasus 17.102, laki-laki usia 52 tahun asal Kota Jogja,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya