RADAR JOGJA – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menuturkan pelaksanaan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) tak serta merta menekan angka sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Terbukti dengan masih melonjaknya angka kasus baru di Jogjakarta. Walau saat pelaksanaan awal, angka kasus sempat turun.

Berdasarkan data, efisensi PTKM pekan Aal mampu menurunkan angka kasus hingga sekitar 5 persen. Disatu sisi, penurunan ini tak terlalu signifikan. Jika melihat angka pertambahan kasus baru di Jogjakarta selalu diatas 200 kasus perharinya.

“PTKM belum jadi satu-satunya cara untuk menekan angka kasus positif. Saya juga sudah melakukan cek langsung ke laboratorium, ternyata sampel kasusnya itu baru. Ini perlu ada kewaspadaan kita,” jelasnya, Jumat (21/1).

Terkait kebijakan PTKM, Aji meminta masyarakat untuk patuh. Terlebih kebijakan ini sebagai upaya menekan sebaran kasus Covid-19 di Jogjakarta. Selain itu juga ketersediaan tempat tidur penanganan Covid-19 yang semakin menipis.

Jogjakarta, lanjutnya, mengalami lonjakan kasus secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Pengawasan terhadap protokol kesehatan telah berlaku ketat. Termasuk selama masa PTKM. Sayangnya masih ada temuan pelanggaran oleh pengawas lapangan.

“Kuncinya memang di masing-masing individu. Perlu diantisipasi saat ini, sumber penularan itu bukan hanya dari kerumunan tapi juga tetangga dan keluarga. Jadi dimana pun, prokes itu wajib,” katanya.

Terkait perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat, Aji belum bisa bicara banyak. Hingga saat ini, Pemprov DIJ belum menerima surat dari pemerintah pusat. Hanya saja dia memastikan Jogjakarta hanya mengikuti instruksi dari pemerintah pusat.

PTKM sendiri mengadaptasi kebijakan PPKM. Apabila terjadi perpanjangan PTKM, tentunya ada penguatan skenario. Aji menuturkan akan ada pendirian posko hingga tingkat Kalurahan. Fungsinya untuk memantau mobilisasi orang.

“Kita tunggu saja instruksinya seperti apa. Kami juga tidak bisa menentukan ke jjakan jika instruksi memang belum turun,” ujarnya.

Disatu sisi Aji menyadari perpanjangan PTKM akan menjadi polemik tersendiri. Khususnya bagi para pelaku usaha di Jogjakarta. Berupa penurunan sektor pendapatan dan roda perekonomian.

Aji menambahkan arah kebijakan pasti telah melalui kajian. Dalam kasus ini adalah tingginya angka kasus Covid-19 secara nasional. Termasuk pertambahan kasus Covid-19 di Jogjakarta.

“Saya mohon semua pihak lebih arif sehingga bisa menekan betul konfirmasi positif Covid-19 dan bisa menjalin ekonomi lebih baik. Terkait kompensasi, masih menunggu aturan dari pemerintah pusat. Kalau tidak salah OJK¬† juga sudah memberikan relaksasi kredit sampai dengan Juni,” tambahnya.(dwi/sky)

Jogja Raya