RADAR JOGJA – Petugas gabungan dari Satpol PP DIJ, Polri dan TNJI terus melakukan patroli selama masa pengetatan terbatas kegiatan masyarakat (PTKM). Dalam patroli Selasa malam (19/1) di wilayah Maguwoharjo, didapati sebuah warung sate melanggar jam makan di tempat, sehingga petugas menutup warung makan itu.

“Ya, hanya satu warung, Sate Wiro, lokasinya di utara Stadion Maguwoharjo, Sleman,” ungkap Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP DIJ Nur hidayat saat dihubungi Rabu (20/1).

Alasan petugas menutup warung itu karena telah melanggar instruksi Gubernur DIJ Nomor 2/INSTR/2021 terkait PTKM. Sebab, Warung Sate Wiro melayani pembelian makan di tempat melebihi batas jam operasional maksimal pukul 19.00. Meski saat itu warung sate hanya melayani dua orang pelanggan makan di tempat.

Dia menilai, pemilik warung tidak mengindahkan aturan itu. Padahal sebelumya petugas Satpol PP sudah memberikan surat peringatan (SP) 1. “Sudah di-SP 1 kok masih melanggar, ya terpaksa kami tutup,” tandas Nur Hidayat.

Diungkapkan, penutupan dilakukan selama tiga hari hingga Jumat (22/1) besok.
Operasi akan gencar dilakukan, misalnya dua hari sekali hingga 25 Januari mendatang. Selain menyasar tempat wisata, termasuk tempat kuliner, juga terhadap kegiatan masyarakat seperti hajatan dan lain-lain. Operasi juga gencar dilakukan di perusahaan dan perkantoran. Apakah 25 persen work from home (WfH) sudah diterapkan dengan baik.

Selama sepekan lebih melakukan operasi langsung, pihaknya telah melayangkan SP 1 sebanyak 34 tempat usaha wisata dan kuliner. Diharapkan adanya tindakan tegas ini dapat menjadi efek jera sekaligus contoh bagi usaha lain agar taat instruksi Gubernur DIJ dan kedisiplinan menjalankan prokes. Mencegah persebaran Covid-19 yang angkanya kian meningkat di DIJ.

Sementara itu Kepala Satpol PP Sleman Susmiarto mengatakan, pihaknya belum melakukan penutupan terhadap usaha wisata kuliner. Disebutkan, temuan terbanyak lebih pada kurangnya sarana dan prasarana prokes.

Seperti penyediaan tempat cuci tangan dengan sabun dan pemberlakuan jaga jarak. Selain itu pelanggaran jam operasional. “Tindakannya diberikan sosialisasi edukasi, teguran lisan dan diberikan berita acara pemeriksaan berupa surat pernyataan,” terangnya. (mel/laz)

Jogja Raya