RADAR JOGJA – Kereta Rel Listrik (KRL) Jogjakarta-Solo tak sekadar menampilkan modernitas moda transportasi. Wujud kearifan lokal juga terpampang di setiap gerbong sisi luar dan dalam. Berupa penggunaan motif batik parang, pada tubuh gerbong. Begitupula interior yang menampilkan motif serupa.

Vice President Corporate Secretary KAI Commuter  Anne Purba menjelaskan penggunaan motif batik adalah komitmen kuat. Terlebih rute ini akan melayani perjalanan Jogjakarta РSolo pulang pergi. Kedua wilayah ini, lanjutnya, memiliki ciri khas tersendiri tentang batik motif parang.

“Bentuk kecintaan kita kepada batik. Ini adalah identitas kearifan lokal Jogjakarta. Jadi memang motif batik ini menjadi corak dari gerbong KRL rute Jogjakarta-Solo,” jelasnya ditemui di Stasiun Tugu Jogjakarta, Rabu (20/1).

Anne Purba menambahkan, tidak hanya gerbong kereta, motif batik parang juga terdapat pada kartu multi trip. Kartu inilah yang nantinya berfungsi sebagai pembayaran tiket perjalanan. Pada sisi bawah kartu terpampang jelas motif batik parang.

Ciri khas lainnya adalah beragam ikon khas di Jogjakarta. Mulai dari Stasiun Tugu Jogjakarta, Gunungan Wayangan, Tugu Pal Putih, Suasana Malioboro dan Gunung Merapi. Pada sisi pojok kiri atas terpampang tulisan Jogja Istimewa.

“Kartu multi trip spesial edisi Jogjakarta. Spesial kami keluarkan khusus limited edition untuk KRL rute Jogjakarta-Solo,” tambahnya.(dwi/sky)

Jogja Raya