RADAR JOGJA –  Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Jogjakarta – Solo resmi menjalani uji coba terbatas Rabu (20/1), hingga 31 Januari.  Rute ini menempuh waktu 80 menit perjalanan. Tercatat ada 11 stasiun kereta api yang dilalui. Mulai dari Stasiun Tugu Jogjakarta hingga Stasiun Solo Balapan.

Radar Jogja mendapatkan kesempatan untuk menjajal moda transportasi baru ini. Uji coba terbatas layaknya perjalanan pada umumnya. Mulai dari kecepatan KRL saat melaju, mengurangi kecepatan hingga langsir di setiap stasiun kereta api. Selama uji tidak berjalan lancar dan tidak ditemui kendala apapun.

“Uji coba hari ini berjalan dengan baik. Tadi kereta dibuat mengerem mendadak lalu berhenti di stasiun untuk langsir. Semua itu dilakukan agar tahu kendala yang muncul,” jelas Vice President Corporate Secretary KAI Commuter  Anne Purba, ditemui di Stasiun Tugu Jogjakarta, Rabu (20/1).

Dalam uji coba terbatas perdana ini, KRL berangkat dari Stasiun Tugu 13.45. Lalu sempat transit beberapa menit di Stasiun Lempuyangan. Untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan dan tiba di Stasiun Solo Balapan 15.05.

KRL lalu melanjutkan perjalanan kembali ke Jogjakarta 15.30. Empat rangkaian KRL tiba di Stasiun Tugu Jogjakarta 16.50. Sehingga total perjalanan untuk rute uji coba ini 80 menit untuk sekali perjalanan.

“Untuk uji coba memang dibatasi kecepatannya. Kalau dalam kondisi normal waktu tempuh bisa lebih singkat lagi. Kisaran 58 menit,” katanya.

Anne Purba menambahkan, Masyarakat umum, bisa menjajal moda transportasi baru ini per 1 Februari hingga 7 Februari. Tentunya dengan melakukan registrasi online di aplikasi KRL Access. Setelah melakukan pendaftaran akan mendapatkan notifikasi pemberitahuan.

“Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, maka dibatasi dulu. Registrasi juga melalui online agar tidak terjadi penumpukan antrian,” tambahnya.

Pasca uji coba, KRL rute Jogjakarta-Solo akan melayani 20 perjalanan.

Dalam setiap perjalanan akan membawa 4 gerbong penumpang. Saat kondisi pandemi Covid-19, setiap gerbong maksimal terisi 74 penumpang. Sementara saat kondisi normal mampu menampung 150 hingga 200 penumpang.

Tata cara perjalanan mengadaptasi protokol kesehatan. Setiap penumpang wajib duduk dan berdiri di tanda yang tersedia. Setiap kursi dan lantai diberi penanda jarak kosong. Jadi Selama uji coba berjalan lancar dan tidak ditemui kendala apapun.

“Kami tetap berpegang teguh dengan surat edaran yang berlaku. Kebijakan ini juga sama dan sudah berlaku di KRL Jakarta,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya