RADAR JOGJA – Vaksinasi virus korona di DIJ resmi dimulai kemarin (14/1) pagi. Bertempat di Bangsal Kepatihan, ada 15 tokoh yang mengikuti vaksinasi ini. Mereka adalah Wagub KGPAA Paku Alam X dan istri GKBRAy Paku Alam X, Sekprov Kadarmanta Baskara Aji, Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar.

Kemudian ada Kabinda DIJ Rudi Iskandar, Kasi Pers Korem 072/Pamungkas Yohanes Yudi Catur Prihartanto. Direktur RSUP Dr Sardjito Rukmono Siswihanto. Lalu ada Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajun Setyaningastutie, dan Kabid Bidang Pengabdian Masyarakat IDI DIJ Tri Widjaya.

Ikut divaksin pula Sekretaris PPNI DIJ Sri Arini Winarti, Wakil Ketua PWNU DIJ Fahmi Akbar Idris, Ketua PW Muhammadiyah DIJ Gita Danu Pranata, I Nyoman Warta dari Parisada Hindu Dharma Indonesia DIJ, Ian Pasani dari Permasbudhi DIJ, serta Yudono Suwondo dari KWI DIJ.
Ada empat tahapan dalam penyuntikan vaksin ini. Tahap pertama, calon penerima vaksin mendatangi meja registrasi. Kemudian lanjut ke meja kedua di mana akan dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti suhu, dan tekanan darah dan beberapa tes kesahatan ringan lainnya.

Barulah di meja ketiga proses penyuntikan vaksin dilakukan. Setelah menerima penyuntikan vaksin, mereka diarahkan ke meja keempat. Di sana para penerima vaksin harus menunggu selama 30 menit, menunggu adakah reaksi atau efek dari vaksin itu.

Dalam kesempatan ini, Paku Alam X menjadi penerima vaksin pertama di DIJ. Ia tampak santai ketika mendapatkan suntikan vaksin. Beberapa kali Paku Alam X tampak bercanda dengan dokter maupun hadirin yang ada di lokasi.
Sekprov Kadarmantan Baskara Aji yang juga mendapatkan suntikan vaksin dalam kesempatan itu menyatakan, ia tidak merasakan sakit-apa ketika menerima suntikan. “Tidak merasakan sakit apa-apa,” kata Aji.

Setelah 30 menit menunggu, Aji juga menyatakan ia tidak merasakan apa-apa. Tidak ada efek berarti yang ditimbulkan vaksin itu. “Semoga yang lain merasakan hal sama. Harapannya, vaksinasi perdana tak ada persoalan dan keluhan, nanti masyarakat bisa percaya diri. Ini sampel untuk memberikan keyakinan ke masyarakat,” harapnya.

DIJ menerima alokasi vaksin sebanyak 2.605.179 dosis. Vaksin ini dibagikan dalam empat tahap, bagi tenaga kesehatan, pelayanan publik, masyarakat rentan, dan pelaku ekonomi esensial, termasuk masyarakat umum.

Tahap pertama baru 26.806 dosis vaksin dikirimkan ke DIJ. Berdasarkan data, setidaknya ada 36.247 tenaga kesehatan di DIJ yang sudah terdaftar. Sedangkan di tahap kedua, vaksin akan dibagikan kepada 555.290 petugas publik, tahap ketiga ke 995.353 masyarakat rentan, dan tahap keempat bagi 1.065.179 bagi pelaku ekonomi esensial dan masyarakat lainnya.

“Jika pengadaan vaksin lancar, DIJ siap menyelesaikannya sampai dengan akhir tahun 2021. Mungkin ini agak berbeda dengan daerah lain, dengan kepercayaan akan kearifan lokal masyarakat DIJ, tidak akan dilakukan sanksi,” ujar Gubernur HB X.

Suharwanta Mengaku
Sedang Kurang Sehat

Sejatinya, ada 16 orang yang dijadwalkan mengikuti proses vaksinasi perdana ini. Namun, hanya 15 orang yang hadir dan bisa mengikuti proses vaksinasi. Satu orang yang tidak bisa hadir adalah Wakil Ketua DPRD DIJ Suharwanta.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak hadir lantaran sedang dalam kondisi yang kurang sehat. Suharwanta menyatakan ia baru saja pulang dari Jakarta. “Selasa (13/1) ada keperluan mendadak ke Jakarta, dan Rabu pagi saya baru tiba di Jogja dalam kondisi kesehatan yang kurang baik dan butuh istirahat,” katanya.

Suharwanta membantah pihaknya sengaja menghindari vaksinasi Covid-19. Menurutnya, sejak awal ia maupun DPRD DIJ sangat antusias menyambut vaksinasi itu. “Saya antusias dan mendukung program vaksinasi ini, tapi situasi dan kondisi memaksa saya tidak jadi ikut. Mohon maaf ke semua pihak atas kejadian ini,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana mengatakan, pihaknya sudah meminta Suharwanta untuk mewakili DPRD DIJ. Keputusan diambil dari rapat internal pimpinan mempertimbangkan faktor kesehatan dan usia pimpinan.

Huda juga menjelaskan, ketidakhadiran Suharwanta dalam vaksinasi kali ini bukan karena adanya penolakan. Namun kondisi kesehatannya tak mendukung karena sedang mengalami sakit. “Beliau bukan tidak mendukung, namun sedang sakit. Beliau baru kembali dari Jakarta, lalu sekarang sakit sehingga tidak memungkinkan ikut vaksinasi,” jelasnya.

Ia menyampaikan, data vaksinasi perdana sudah diputuskan pemerintah pusat sehingga tak bisa digantikan begitu saja dalam waktu dekat. Hal itu yang menjadikan alasan tidak adanya perwakilan dewan dalam vaksinasi hari ini. “Sudah seminggu lalu sampai ke pemerintah pusat, sehingga tidak bisa digantikan. Kalau bisa, pasti kami gantikan dengan yang lain,” tandas politisi PKS itu. (kur/laz)

Jogja Raya