RADAR JOGJA – Meski berada di posisi kedua terbanyak merawat pasien konfirmasi Covid-19, Bantul tidak menjadi prioritas pemberian vaksin Sinovac termin pertama tersebut. Sebab, prioritas pemberian vaksin bagi korona tersebut diperuntukan bagi Sleman dan Kota Jogja. Padahal sampai dengan hari ini merawat 1.523 pasien Covid-19.

“Yang di DIJ kan baru untuk Sleman dan kota. Jadi Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul mendapat alokasi tahap berikutnya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Agus Budi Raharja ditemui di sela simulasi vaksinasi RSUD Panembahan Senopati Rabu (13/1).

Agus memperkirakan, vaksin Sinovac akan diterima pada akhir Januari atau awal Februari. Namun, Agus tidak dapat memastikan, jumlah vaksin yang akan diterima. ”Tanggal pastinya belum bisa dipastikan,” jelasnya.

Disebutkan terdapat sepuluh tokoh publik yang akan mendapat vaksin pertama. Mereka adalah kepala daerah, forkopimda, tokoh agama, dan perwakilan warga. Nantinya, sepuluh tokoh terpilih ini akan menjalani vaksinasi bersama para tenaga kesehatan (nakes) yang sudah terdaftar.

“Daftar nama terpilih sudah diajukan ke Gubernur DIJ, tapi total jumlah keseluruhan belum dapat, disesuaikan dengan alokasi jumlah nakes yang sudah terdaftar,” ucapnya.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho menjelaskan hasil koordinasi bersama Dinkes DIJ, Bantul tidak masuk dalam skala prioritas pemberian vaksin. Total 26.800 dosis vaksin tahap pertama yang diterima DIJ, diberikan kepada provinsi, Jogja, dan Sleman.

Meski demikian, bahan baku vaksin Sinovac termin kedua, sebanyak 15 Juta dosis sudah tiba di Indonesia. Bahan baku vaksin tersebut akan diproses di Bio Farma. Setelah siap digunakan, akan mulai didistribusikan ke daerah.
Pemrosesan bahan baku vaksin di Bio Farma diklaim relatif cepat. “Sehingga kalau dua minggu dihitung dari sekarang, kemungkinan paling cepat Bantul akan melaksanakan vaksinasi di awal Februari,” sebutnya.

Saat ini, sudah ada 34 fasilitas kesehatan (faskes) yang teregistrasi mampu memberikan vaksin Covid-19. Terdiri dari 27 puskesmas, enam rumah sakit dan satu klinik. “Kabupaten Bantul saat ini sudah sangat siap untuk memulai vaksinasi. Ketika datang, vaksin akan langsung disimpan di rantai dingin milik dinkes sebelum didistribusikan ke faskes mampu vaksin di Bantul,” jelasnya.

Dijelaskan, vaksinator dalam satu tim pelayanan masing-masing faskes terdiri dari delapan sampai sepuluh nakes. Tim memberikan layanan vaksin selama tiga jam per hari. Dalam satu jam, ditargetkan 20 pasien tervaksin. Total sebanyak 6.329 nakes di Bantul yang diusulkan menerima vaksin. “Kalau tidak ada kendala, pemberian vaksin di Bantul, rampung dalam satu Minggu,” tutur Abed.

Satu Minggu merupakan estimasi pemberian vaksin tahap pertama. Selanjutnya, 14 hari kemudian, nakes yang telah divaksin tahap pertama akan menerima vaksin tahap kedua. Satu nakes menerima dua dosis vaksin. Sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan, Abed meminta kepada faskes yang sudah teregister mengatur jadwal pelayanan.

Sehingga diharapkan selama proses vaksinasi tidak mengganggu imunisasi dan pelayanan rutin pasien umum lainnya. ”Jadi monggo, masing-masing faskes diatur dalam membuka jam vaksinasi kapan. Yang penting, tidak mengganggu pelayanan rutin,” tandanya. (fat/bah)

Jogja Raya