RADAR JOGJA – Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di DIJ, dengan vaksin Sinovac, dimulai hari ini (14/1). Diawali dari 15 orang perwakilan pejabat Pemprov DIJ, tokoh agama, serta tokoh masyarakat akan menjadi tokoh yang menerima vaksin perdana di Kompleks Kepatihan.

Untuk tahap awal diprioritaskan bagi tenaga kesehatan di Kota Jogja dan Sleman. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, Kota Jogja akan menerima distribusi vaksin Sinovac total sebanyak 19.620 dosis. Untuk 9.810 tenaga kesehatan (nakes) tahap pertama. Sebanyak 9.810 dosis vaksin Covid-19 tahap pertama dikirim kemarin (13/12), serta hari ini (14/1). “Dan tahap kedua pada akhir Januari 2021,” kata HP Rabu (13/1).

Fasilitas layanan kesehatan (faskes) di Kota Jogja yang ditunjuk melayani vaksinasi Covid-19 adalah 18 puskesmas, tujuh rumah sakit rujukan Covid-19 dan 4 RS non rujukan Covid-19 yakni RSUD Jogja, RS Pratama, RS Panti Rapih, RS Bethesda, RS PKU Muhammadiyah, RS Siloam, RS Bethesda Lempuyangwangi, RS Ludira Husada, RS Hidayatullah, Klinik Biddokkes dan Polres. “Vaksinator atau tenaga kesehatan yang melaksanakan vaksinasi tahap pertama ada 46 orang. Tahap kedua ada 27 orang sehingga total ada 73 orang. Vaksinator sudah dilatih untuk vaksinasi Covid-19,” jelasnya.

Beberapa persyaratan vaksinasi Covid-19 di antaranya prioritas penduduk usia 18-59 tahun, tidak pernah terkonfirmasi positif Covid-19 dan tidak terkait atau memiliki penyakit penyerta. Setidaknya ada 13 perntanyaan yang harus dijawab sebelum vaksinasi Covid-19 untuk menentukan lolos atu memenuhi syarat tidaknya untuk divaksin.

Vaksin Sinovac sendiri sudah berada di instalasi farmasi Dinas Kesehatan Jogja di selatan RS Jogja. HP memastikan kualitas vaksin tetap terjaga. Karena dibawa dengan vaksin carrier yang dilengkapi pendingin untuk menjamin distribusinya memenuhi sistem rantai dingin. Dari tempat asal ke tempat tujuan harus terjaga pada suhu 2-8 derajat celsius. Penyimpan vaksin di instalasi farmasi Dinas Kesehatan Jogja juga menggunakan lemari pendingin pada suhu yang dikondisikan yakni 2-8 derajat celsius. Rencananya mulai 22 Januari vaksin akan didistribusikan ke fasilitas kesehatan yang sudah ditunjuk. “Untuk calon penerima vaksin juga sudah ditentukan jadwal serta lokasi vaksinasi,” ujarnya.

Tak hanya di Kota Jogja, vaksin asal Tiongkok itu juga sudah tiba di Bumi Sembada. Sepuluh ribu vaksin Sinovac untuk sementara disimpan di UPT Pengelolaan Obat dan Alat Kesehatan (POAK), Beran, Tridadi, Sleman. Rencananya, pagi ini (14/1) secara bertahap akan di distribusikan ke 52 faskes)di seluruh wilayah Sleman.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Diskes Sleman Atikah Nurhesti mengatakan, pihaknya telah mengajukan sekitar 14 ribu vaksin untuk nakes di Kabupaten Sleman. Namun, setelah dilakukan verifikasi oleh Pusat, baru disetujui sekitar 12.800 vaksin. Sisanya, akan diberikan menyusul. Sementara target atau sasaran vaksin oleh Dinkes Sleman sebanyak 12.342. Namun Pemprov DIJ akan memberikan 12.380 vaksin. “Ini baru 10 ribu karena melihat kapasitas ruangan ternyata masih menyukupi yang seharusnya 12.800,” ungkap Atikah usai menerima distribusi vaksin di POAK Beran, Tridadi, Sleman.

Dia menyebut, didistribusi faksin menyasar 25 Puskesmas se-Kabupaten Sleman, 24 Rumah Sakit dan 3 Klinik. Tidak perlu khawatir masing-masing faskes sudah memiliki standar ruang penyimpanan seperti di POAK. Yakni, dengan ukuran suhu udara 2-8 derajat celcius.

Kendati begitu, pelaksanaan vaksin lebih dulu menyasar 10 tokoh. Antara lain, Bupati Sleman, Ketua Dandim, Kapolres Sleman, kepala kejaksaan negeri (Kajari), ketua DPRD, tokoh agama dari Kemenag, ketua darma wanita. Nah, sasaran tokoh untuk organisasi kesehatan diwakili Dokter Tirta Hudhi. Selanjutnya, pelayanan vaksin untuk nakes dilakukan mulai Senin 18 Januari mendatang di faskes masing-masing. Dengan jumlah vaksinator masing-masing faskes lima orang.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo (SP) menuturkan, masyarakat tidak perlu merasa takut dengan adanya vaksin. Sebelum divaksin, masyarakat juga akan dilakukan swab antigen dan tidak perlu merasa takut.

Saat ini, kata SP, sudah ada kurang lebih 10 ribu vaksin Sinocac yang ada di Dinkes Sleman dan siap digunakan hari ini (14/1). Menjadi salah satu orang pertama yang akan divaksin, SP siap untuk melakukan vaksinasi. Mereka sudah melakukan tes swab antigen. Ke depan, diharapkan masyarakat Sleman bisa seluruhnya bisa mendapatkan vaksin. “Minimal lebih dari 70 persen bisa divaksin nantinya, karena menyangkun kesehatan masing-masing dan lainnya,” tutur SP. (mel/wia/pra)

Jogja Raya