RADAR JOGJA – Puluhan warga yang berlatar belakang pedagang angkringan, wedang ronde di sekitaran Alun-Alun Utara dan pedagang dari Pasar Senthir Beringharjo, mendatangi Balai Kota Timoho, Selasa (12/1) siang. Mereka datang dengan membawa berbagai macam baliho.

Tujuannya, menyampaikan aspirasi terakit penerapan Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di DIJ. Terutama soal poin yang mewajibkan mereka untuk tidak menerima pengunjung yang makan di tempat setelah pukul 19.00.

Deva Permana yang menjadi koordinator aksi ini menyatakan, pihaknya selama ini sudah melakukan aturan-aturan dari Pemkot Jogja. Namun untuk aturan yang baru ini, agak susah untuk dilakukan. “Kan angkringan, wedang ronde itu baru bisa jualan sore hingga malam hari,” katanya.

Deva menjelaskan, pihaknya sudah diterima oleh Pemkot Jogja. Namun yang menerima para perwakilan pedagang bukan Wali Kota Haryadi Suyuti atau Wawali Heroe Poerwadi secara langsung. Melainkan diterima Asisten Kesra Sisruadi, Kadiskominfo Ignatius Triharsono, dan Kepala Pelaksana BPBD Jogja Nurhidayat.

Menurut Deva, dalam audisensi dengan perwakilan Pemkot Jogja itu pihaknya belum mendapatkan jawaban atau solusi soal aspirasi mereka. Deva dan kawan-kawan diminta untuk menunggu sampai beberapa hari ke depan.
Untuk itu, ia menegaskan para pedagang yang lain akan terus berdagang seperti biasa, sebelum adanya respons dari pemkot. Bahkan Deva juga menyatakan akan dengan senang hati jika nanti tempat jualan para pedagang itu didatangi petugas Satpol PP. “Nanti monggo akan disediakan wedang ronde dan dhaharan,” katanya.

Deva juga menyatakan pihaknya hanya ingin diberikan ruang untuk tetap berjualan. Agar kebutuhan keluarga bisa tetap terpenuhi. Jika memang harus tutup selama dua pekan ke depan, ia meminta adanya kompensasi dari Pemkot Jogja.

Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Jogja Ignatius Triharsono menyatakan, aspirasi dari para pedagang itu akan segera disampaikan kepada wali kota. “Aspirasi ini kami terima, segera kami sampaikan ke pimpinan,” tandasnya singkat. (kur/laz)

Jogja Raya