RADAR JOGJA – Pemprov DIJ memastikan tidak akan memberlakukan sanksi bagi pihak yang menolak vaksinasi Covid-19. Sebagai gantinya, akan digencarkan ajakan untuk melakukan vaksinasi. Termasuk ajakan dari Gubernur Hamengku Buwono X.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajun Setyaningastutie. Menurut dia, di DIJ tidak akan diterapkan sanksi seperti provinsi lain. “Mungkin nanti akan ada ajakan dari Ngarso Dalem untuk melaksanakan vaksinasi,” katanya Senin (1/11).

Dalam kesempatan itu Pembajun juga menyampaikan bahwa vaksinasi bukan satu-satunya cara untuk mencegah penularan virus korona. Apalagi jika tidak dibarengi dengan prosedur mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker (3 M).

Vaksinasi, menurut Pembajun, lebih bertujuan untuk mencapai herd immunity agar bisa saling membantu memutus mata rantai penularan Covid-19. Rencananya pada 14 Januari nanti 15 orang perwakilan dari pejabat Pemprov DIJ, tokoh agama, dan tokoh masyarakat akan menjadi pihak penerima vaksin perdana di Kompleks Kepatihan.

Termasuk di dalamnya Wakil Gubernur Paku Alam X yang sekaligus ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIJ. Gubernur Hamengku Bowono X tidak masuk dalam daftar 15 tokoh vaksinasi perdana di DIJ.

“Vaksin ini untuk usia 18-59 tahun, sementara Ngarso Dalem usianya sudah di atas itu. Sehingga atas rekomendasi para tenaga ahli, beliau nanti menunggu pada saatnya ada vaksin yang memang khusus untuk lansia,” jelas mantan Direktur RSJ Grhasia itu.

Pemberian vaksinasi Sinovac di DIJ sendiri terbagi dalam empat tahap dan akan dilakukan di 121 puskesmas serta 60 klinik maupun rumah sakit (RS) yang sudah terdaftar. Setelah vaksinasi dilakukan, dalam waktu sekitar 30 menit, pihak yang mendapatkan vaksin harus tetap berada di tempat itu untuk dipantau. Hal ini yang membedakan vaksinasi Covid-19 dengan vaksinasi lain pada umumnya.

Terpisah, Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan, ada penambahan 285 kasus positif di DIJ hingga kemarin petang. Dengan demikian, kini total kasus positif virus korona di provinsi ini menembus angka 15 ribu, tepatnya, 15.214 kasus positif.

Sementara itu di hari yang sama, kasus sembuh dari virus korona juga bertambah 200, sehingga kasus sembuh di DIJ mencapai 10.091 kasus. Kemudian kasus meninggal dunia akibat virus ini bertambah sembilan kasus kemarin. “Total kasus meninggal menembus angka 333 kasus,” jelasnya. (kur/laz)

Jogja Raya