RADAR JOGJA – Keselamatan masyarakat menjadi prioritas penanganan jika nantinya material dari Gunung Merapi melewati Kali Boyong hingga ke permukiman. Untuk mengantisipasi bencana akibat perluasan jarak bahaya Merapi, kini telah dipersiapkan evakuasi dan barak pengungsian.

Lurah Purwobinangun, Pakem, Sleman, Heri Suasana menjelaskan, dalam memperisapkan masyarakat untuk evakuasi, masih ada hal yang kurang, seperti minimnya penerangan. “Meskipun ada, jaraknya masih jauh. Penerangan dibutuhkan jika nanti bencana terjadi malam hari,” kata Heri Minggu (10/1).

Selain itu, adanya ruas jalan di utara Lapangan Tritis yang masih belum dicor semen sepanjang 100 meter. Sebelumnya, perbaikan jalan di titik itu sudah dilakukan, namun hanya menyisakan jalan 100 meter yang masih tanah dan berbatu. Pengeras suara juga dirasa perlu untuk menginformasikan kepada masyarakar jika terjadi keadaan bahaya.

“Wifi juga perlu. Masyarakat sudah memiliki handphone, namun sinyal hanya ada di titik tertentu,” ungkapnya. Perbaikan jalan, kata Heri, juga diperlukan dari Barak Utama Balai Kalurahan sampai ke tempat relokasi yang nantinya juga akan digunakan untuk barak pengungsian.

Khusus untuk kelompok rentan, barak pengungsian akan berbeda. Yakni di Barak 2 dekat dengan Balai Kalurahan. Di Turgo dan Tritis sendiri kurang lebih ada 180 kepala keluarga (KK). “Hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi,” kata Heri.

Terkait rusaknya pipa air bersih, ada dua saluran pipa di Kali Boyong yang menyalurkan air ke Turgo dan Tritis. Di wilayah Turgo, sekitar 80 KK yang mendapatkan aliran dari pipa tersebut. Hanya saja, ketersediaan air bersih dipastikan aman karena masyarakat masih mendapatkan dari aliran pipa lain. “Sumbernya sama, namun pipa yang rusak hanya di Kali Boyong,” tuturnya.

Sementara itu, Panewu Pakem Suyanto menuturkan, barak pengungsian di wilayah Pakem yang sudah dipersiapkan adalah satu barak di Padukuhan Pandanpuro, Hargobinangun, dua barak di Padukuhan Watuadeg, Kalurahan Purwobinangun dan satu barak di Candibinangun.

Selain itu, ada dua balai kalurahan di Pakembinangun dan Harjobinangun yang juga direncanakan sebagai barak. Gedung lainnya yang akan difungsikan sebagai barak adalah gedung sekolah, RSJ Ghrasia, serta beberapa rumah penduduk. “Hal itu dilakukan jika radius bahaya diperluas dan berdampak pada wilayah Pakem,” katanya.

Menurut Suryanto, di Pakem terdapatdua dua padukuhan yang lokasinya paling dekat dengan Gunung Merapi. Yakni Padukuhan Turgo dan Tritis di Purwobinangun denbgan radius kurang lebih 5,7 kilometer dari puncak, dan wilayah Kaliurang di Kalurahan Hargobinangun yang memiliki radius 5,9 kilometer.

Untuk meningkatkan kewaspadaan warga, saat ini aktivasi unit pelaksana penanggulangan bencana tingkat kalurahan sudah dilakukan. Serta meningkatkan ronda dan selalu memperbarui informasi dari BPPTKG dan menyimak kanal Youtube Live Merapi. (eno/laz)

Jogja Raya