RADAR JOGJA – Goa Selarong sendiri berlokasi di Padukuhan Kembangputihan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul. Menjadi salah satu ikoniknya Bantul. Sebab, memiliki sejarah menarik.

Lokasinya juga unik. Selain adanya cagar budaya berupa dua gua kecil, juga terdapat sumber mata air kecil di sekitar gua. Air ini menggenangi kolam-kolam kecil yang dulu dibuat penduduk sekitar.

Nah, di sisi barat terdapat air terjun semusim. Karena hanya mengalir saat musim hujan seperti ini. Nah, cagar budaya ini masuk bagian inti. Pengelolaannya di tangan Pemprov DIJ.

(Sekretaris Dispar Bantul)Annihayah

Ada juga yang dikelola Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul. Yakni bagian anak tangga ke bawah. Meliputi gazebo, taman bermain anak, halaman taman, toilet, gedung mini bioskop dan halaman utama menuju gerbang masuk. Luasnya sekitar satu hektare, tanah milik Pemkab Bantul.

Sekretaris Dispar Bantul Annihayah mengatakan, Goa Selarong mulai dikelola Pemkab Bantul sejak 1996. Namun kala itu masih dikelola Dinas Pendapatan. Sekitar 2000-an baru dipindahalihkan kepada Dispar.

Berangsur-angsur lokasi ini mengalami banyak pengembangan. Mulai perlengkapan taman bermain, gazebo, kantin, juga penambahan patung Pangeran Diponegoro berkuda. Bahkan belum lama ini juga didirikan mini bioskop. Sebagai wahana wisata edukasi sejarah Pangeran Diponegoro dalam bentuk kreasi film menarik. Membangkitkan kembali nilai sejarah khususnya untuk generasi muda.

“Sebetulnya tahun ini sudah bisa dioperasikan. Karena pandemi ini, maka belum dapat beroperasi,” ungkap Anni saat dihubungi Radar Jogja kemarin (8/1).

Disebutkan, jumlah pengunjung dalam satu tahunnya mencapai 20 ribuan. Dan 2019 terbanyak, mencapai 20.100 pengunjung. Dengan total pendapatan Rp 115.575.000.

Goa Selarong semakin populer tatkala digelar sejumlah event di lokasi ini. Mulai lomba kesenian anak-anak, pertunjukan musik, pameran bonsai, tempat camping dan event lainnya.

Terlepas adanya pandemi, jika weekend tiba lokasi ini ramai dengan komunitas pesepeda. Yang menjadi khasnya, sejumlah warga berusia senja berjajar berjualan sawo.

“Ke depan, lokasi wisata ini akan diperluas. Dilengkapi kolam renang dan taman. Juga kesenian budaya-nya akan dibangkitkan,”  ungkap Anni. (mel/laz)

Jogja Raya