RADAR JOGJA – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIJ mengumumkan 379 penambahan kasus positif pada Jumat Jumat (8/1). Jumlah ini menjadi rekor baru kasus positif virus korona.

Sebelumnya pada Kamis (7/1) DIJ juga sudah memecahkan rekor dengan 355 kasus positif per hari. Artinya dalam dua hari beruntun kasus positif Covid-19 di provinsi selalu pecah rekor.

Pada kasus positif yang dilaporkan Jumat (8/1), Kabupaten Sleman mendominasi penambahan ini sebanyak 146 kasus. Sementara 148 kasus dinyatakan sembuh dan tujuh kasus dilaporkan meninggal.

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, penambahan berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 109 kasus, Bantul 99 kasus, Kulonprogo 22 kasus, Gunungkidul 3 kasus dan Sleman 146 kasus. “Jika dilihat dari riwayatnya, penambahan kasus terdiri atas tracing kasus positif 203 kasus, periksa mandiri 115 kasus, perjalanan luar daerah 1 kasus dan belum ada info 60 kasus,” kata Berty.

Tujuh kasus dilaporkan meninggal dunia, sementara kasus dinyatakan sembuh berdasarkan domisili meliputi Kota Jogja 15 kasus, Bantul 59 kasus, Kulonprogo 22 kasus, Gunungkidul 12 kasus, dan Sleman 40 kasus. Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIJ menjadi 14.346 kasus.

Rincian total kasus positif meliputi 4.517 kasus aktif, 9.521 kasus sembuh dan 308 kasus meninggal. Sementara penggunaan bed di rumah sakit rujukan untuk kritikal 56 bed, sisa 20 bed. Untuk non kritikal digunakan 603 bed, sisa 49 bed.

Terpisah, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji meminta masyarakat untuk terus waspada dan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu ia juga mendorong masyarakat di level RT maupun RW untuk kembali melakukan screening pendatang seperti pada masa awal pandemi bulan Maret 2020.

Sudah 117 ASN DIJ Terpapar Korona

Sejak pandemi Covid-19 melanda pada Maret tahun lalu, sudah ada 117 aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov DIJ yang terpapar virus korona. Total ASN pemprov sendiri mencapai 10.562 orang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ Amin Purwani menjelaskan, penanganan ASN yang terpapar Covid-19 dilakukan oleh Dinas Kesehatan DIJ dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di masing-masing wilayah.

Ia juga menjelaskan untuk memutus rantai penularan, telah dilakukan upaya tracing atau penelusuran riwayat kontak.  Baik di lingkup perkantoran maupun tempat tinggal pasien. “Jika ada kasus dilaporkan ke satgas wilayah untuk tracing. Nanti untuk kategori kontak erat, bisa di-swab antigen,” jelas Amin.

ASN positif dengan kondisi tanpa gejala juga sudah melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Juga ada di shelter isolasi pasien Covid-19. “Ketika tanpa gejala harus ke shelter, tapi kalau di rumah memungkinkan bisa isolasi mandiri, ya di rumah saja. Kalau kondisinya sedang atau parah, harus di rujuk ke RS,” tambahnya.

Amin menegaskan pihaknya mengikuti Instruksi Gubernur terbaru soal Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM). Salah satu poin dalam Ingub itu adalah penerapan work from home (WFH) sebanyak 50 persen. “Tapi kami pastikan pelayanan kepada masyarakat tetap harus optimal,”  tegasnya. (kur/laz)

Jogja Raya