RADAR JOGJA – BPPTKG Jogjakarta melaporkan adanya kubah lava baru di kawah Gunung Merapi. Perubahan morfologi ini mulai terlihat per tanggal 7 Januari 2021. Perbandingannya adalah data visual per 24 Desember 2020. Posisinya tepat berada di sektor barat daya kawah Gunung Merapi.

Kemunculan kubah lava merupakan imbas dari aktivitas vulkanik. BPPTKG mencatat ada peningkatan aktivitas secara signifikan. Berupa guguran lava pijar hingga awan panas guguran yang mengarah barat daya.

“Posisi kubah lava baru di sisi barat daya. Untuk volume masih perlu pengamatan dari berbagai sisi untuk bisa menghitung volume,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam siaran persnya, Jumat (8/1).

Berdasarkan catatan BPPTKG peningkatan aktivitas secara signifikan terlihat sejak 4 Januari. Diawali dengan guguran lava pijar untuk pertama kali. Aktivitas ini terekam di seismogram dengan amplitudo 33 milimeter dan berdurasi 60 detik.

Suara guguran juga terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan. Dalam satu minggu ini guguran lava pijar teramati sebanyak 19 kali. Jarak luncur terjauh maksimal mencapai 800 meter ke hulu Kali Krasak.

“Kamis (7/1) mulai terjadi awan panas sebanyak 4 kali yaitu pada pukul 08.02, 12.50, 13.15, dan 14.02 WIB. Jarak luncur awanpanas guguran diperkirakan kurang dari 1 km ke arah hulu Kali Krasak,” katanya.

Selama sepekan deformasi terpantau mengalami pemendekan jarak sebear 15 centimeter perhari. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava. Adapula lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif. Juga munculnya awan panas sejauh maksimal 5 kilometer.

“Intensitas kegempaan lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Untuk status masih Siaga atau Level III,” ujarnya.

Sementara untuk aktivitas harian terjadi 19 kali guguran lava pijar. Seluruhnya tercatat dalam kurun waktu 18.00, Kamis (7/1) hingga 12.00, Jumat (8/1). Suara guguran juga sempat terdengar dari PGM Babadan.

“Detilnya hari Kamis periode 18.00-24.00 ada 10 kali. Lalu periode Jumat periode 00.00- 06.00 ada 4 kali dan Jumat periode 06.00-12.00 ada 5 kali,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya