RADAR JOGJA – Vaksinasi di DIJ akan dimulai pada Kamis (14/1). Secara simbolik vaksinasi dilakukan kepada sejumlah unsur pimpinan daerah dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).  Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajoen Setyaningastutie memastikan kabupaten kota mendapatkan jatah vaksin Sinovac sesuai kapasitas. Diketahui bahwa Jogjakarta mendapat jatah 26.800 vaksin Sinovac untuk gelombang pertama. Puluhan ribu vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah disimpan di Gudang Farmasi Dinkes DIJ.

Sebelum distribusi wilayah, Pembajoen meminta kabupaten/kota wajib memiliki gudang farmasi. Tentunya yang sesuai dengan standar medis. Khususnya penyimpanan obat-obatan medis dan vaksin.

“Kalau distribusi kabupaten kota masih akan kita bicarakan dengan teman-teman kabupaten/kota. Karena kita harus menghitung dulu, mulai dari pastikan punya gudang atau setidaknya instalasi farmasi,” jelasnya, Selasa (5/1).

Terkait distribusi, Pembajoen memastikan hanya menunggu waktu dan kesiapan wilayah. Selain itu juga skema pengambilan dan pengawalan hingga gudang farmasi wilayah. Termasuk skema penjagaan pasca menerima vaksin Sinovac.

Sesuai regulasi, vaksin tahap pertama diperuntukkan bagi tenaga kesehatan. Khususnya yang bertugas di bagian penanganan Covid-19. Vaksinasi atau imunisasi berlangsung serentak 14 Januari.

“Total vaksin yang kami terima sebanyak 2.605.179 vaksin. Terbagi dalam 4 tahapan distribusi. Setiap tahap memiliki sasaran objek yang berbeda,” katanya.

Sebelum vaksinasi serentak, ada simbolisasi vaksin oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (13/1). Menyusul kemudian para Menteri dan kabinet kerja yang memenuhi persyaratan. Berlanjut kemudian serentak di seluruh Indonesia Kamis (14/1) dan Jumat (15/1).

“Untuk 14 dan 15 Januari itu provinsi dan kabupaten serentak. Nanti setiap wilayah juga ada simbolisasi. Kepala forkopimda yang memenuhi syarat seperti kepala dinas, sekda. Simbolik itu beneran disuntik sinovac,” ujarnya.

Untuk jajaran Pemprov DIJ akan melaksanakan vaksinasi serentak dinKompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Kamis (14/1). Dalam tahapan ini seluruh proses vaksinasi dapat dipublikasikan secara terbuka. Gerakan ini bertujuan meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Sinovac aman digunakan.

Pembajoen juga menjawab kemungkinan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) mendapatkan vaksin. Pihaknya masih berkonsultasi dengan personal maupun tenaga kesehatan. Mengingat usia dari Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini sudah 74 tahun.

“Untuk pak gubernur kami masih konsultasi karena usia beliau juga. Karena untuk Sinovac ini memang tidak semua orang bisa divaksinasi,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya