RADAR JOGJA – Vaksin yang digunakan untuk vaksinasi Covid-19 di DIJ gelombang pertama sudah tiba di Jogja, Selasa (5/1). Vaksin dibawa dengan mobil boks dan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat terkait.

Sebanyak 26.800 vaksin Covid-19 merek Sinovac itu akan disimpan sementara di gudang Farmasi Dinas Kesehatan DIJ. Gudang diklaim telah dilengkapi pendingin dan standar penyimpanan, sehingga aman untuk menyimpan vaksin. Seluruh vaksin dikemas dalam 14 boks.

Pembajun Setyaningastutie (Kepala Dinas Kesehatan DIJ).(HERI KURNIAWAN/RADAR JOGJA)

Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembajun Setyaningastutie menjelaskan, setelah kedatangan vaksin pihaknya akan berkoordinasi dengan kabupaten dan kota untuk memastikan teknis pendistribusian vaksin. “Instalasi penyimpanan di kabupaten dan kota harus sudah siap. Kalau secara perencanaan, mereka sudah siap,” ujar Pembajun.

Selain tempat penyimpanan, akan dikoordinasikan pula teknis pengawalan, penjagaan, sampai pada akhirnya ditetapkan vaksin boleh dibuka dan digunakan. Vaksinasi di Indonesia akan diawali oleh Presiden Joko Widodo dan seluruh menteri yang memenuhi syarat pada 13 Januari mendatang. Kemudian diikuti secara serentak oleh semua daerah pada 14 dan 15 Januari mendatang.

Terpisah, Ketua DPRD DIJ Nuryadi mengatakan, untuk meyakinkan masyarakat, pejabat di DIJ seharusnya juga memberikan contoh untuk diberikan vaksin terlebih dahulu. “Kan orang nomor satu di Indonesia sudah bersedia, kalau di DIJ mengapa tidak,” katanya.

Sayangnya, Gubernur Hamengku Buwono X tidak masuk kelompok prioritas untuk divaksin pada gelombang pertama ini. Lantaran HB X sudah berusia di atas 70 tahun dan bukan kelompok prioritas seperti tenaga kesehatan (nakes).
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi DIJ Kadarmanta Baskara Aji. Apalagi, menurut Aji, vaksin yang pertama datang ke Indonesia ini memang tidak ditujukan untuk lansia.

Ketika disinggung apakah ia bersedia menggantikan HB X sebagai orang pertama yang divaksin di DIJ, Aji mengaku bersedia saja. Karena ia juga memenuhi syarat secara usia maupun kondisi kesehatan. “Tapi saya kan bukan nakes. Jadi mau pertama, mau terakhir, ya monggo saja,” ujarnya. (kur/laz)

Jogja Raya