RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja merevisi kebijakan pengaturan arus lalulintas selama malam tahun baru. Dari yang awalnya tanpa pembatasan menjadi sistem buka tutup. Penerapan skema ini berdasarkan evaluatif kondisi lalulintas di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi menuturkan perubahan kebijakan adalah kesepakatan bersama. Tepatnya setelah rapat yang melibatkan jajaran Polda DIJ, Pemprov DIJ dan Pemerintah Kabupaten Sleman dan Bantul. Pembahasan utama adalah skema arus lalulintas dari Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer.

“Yang dibahas memang untuk kawasan sumbu filosofis direncanakan buka tutup. Dengan paparan yang disiapkan skenario-skenarionya. Termasuk yang destinasi wisata lainnya,” jelasnya, Kamis (31/12).

Pertimbangan skema ini adalah kawasan sumbu filosofis tak sekadar destinasi wisata. Kawasan ini juga terdapat pemukiman warga, kawasan pertokoan, perdagangan hingga pasar tradisional. Artinya kondisional tak sama seperti destinasi wisata pada umumnya.

Perombakan skenario diakui olehnya sangat mendadak. Hanya saja langkah ini sebagai wujud evaluatif dan antisipasi. Setidaknya berdasarkan kajian lintas instansi dan situasional lapangan.

“Maka agar kondisi kerumunan yang terjadi bisa dikendalikan dilakukan sejumlah penataan, pengaturan dan pembatasan. Buka tutup berlaku atas situasional lapangan, tujuannya mengurai kemacetan dan juga kerumunan,” katanya.

Personel gabungan turun total dalam pengamanan tahun baru kali ini. Mulai dari Jogoboro, Satpol PP, Dishub, Polresta Jogja dan Kodim 0734. Pihaknya juga mengajak komunitas Malioboro maupun masyarakat.

Skema ini tak hanya berbicara tentang kelancaran lalulintas. Fokus utama adalah penerapan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Khususnya dalam mengatur dan mengurai kerumunan di kawasan sumbu filosofis.

“Kami juga melakukan pembatasan jumlah pengunjung Malioboro. Dari awalnya 500 pengunjung per zona menjadi 300 pengunjung per zona,” ujarnya.

Untuk pelaku usaha tetap berlaku kebijakan pembatasan jam operasional. Tepatnya buka hingga 22.00. Selanjutnya boleh ada kegiatan atau event dan pesta kembang api di wilayah Malioboro.

Pihaknya akan menyiagakan personel di sejumlah titik. Perannya tak hanya sebatas mengingatkan tapi juga penegakan yustisi. Khususnya terkait prokes Covid-19.

“Harapan kami, masyarakat bisa merayakan malam pergantian tahun 2021 di rumah atau di lingkungan masing-masing saja. Tidak usah keluar rumah dan mencari perayaan di ruang publik,” harapnya.(dwi/sky)

Jogja Raya