RADAR JOGJA – Keluarnya Instruksi Gubernur DIJ No. 7/2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19 pada saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 menuai protes dari pengusaha hotel dan restoran. Peraturan yang diterbitkan mendadak dinilai berpengaruh signifikan pada dunia perhotelan.

Ketua DPD PHRI DIJ Deddy Pranowo Eryono menuturkan okupansi perhotelan di Jogjakarta terjun bebas. Data terhimpun, angka okupansi hanya 8 persen. Kondisi ini adalah data hunian pada saat malam pergantian tahun.

Anjloknya okupansi merupakan imbas isu yang beredar. Berupa penutupan kawasan Malioboro dan pemberlakuan PSBB di Jogjakarta. Alhasil tidak sedikit calon tamu yang membatalkan untuk menginap di hotel kawasan Jogjakarta.

“Reservasi ini perhitungan angka per hari ini Kamis,(31/12) dengan rata-rata 8 persen. Walau ini sebenarnya sudah lebih baik, karena awalnya sempat drop 5 persen,” jelasnya.

Deddy membeberkan penurunan okupansi terjadi menjelang puncak pergantian tahun. Pada awalnya tingkat okupansi di Jogjakarta mencapai sekitar 42 persen. Presentase ini merupakan perhitungan akhir November dan awal Desember. Hingga akhirnya turun drastis sebanyak 35 persen.

“Ya tersisa 8 persen ini sekarang. Setelah merebaknya isu lickdown Malioboro dan PSBB Jogjakarta,” katanya.

Deddy mengaku pasrah atas kondisi yang terjadi. Disatu sisi dia juga tak bisa menuntut banyak. Terlebih memang pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih terjadi dalam skala global.

Walau begitu, dia berharap tetap ada angin segar. Berupa solusi staycation yang digaungkan oleh Dinas Pariwisata DIJ. Berupa kunjungan atau liburan oleh warga Jogjakarta. Termasuk untuk menginap di hotel selama berlibur.

“Kami masih ada harapan peningkatan wisatawan lokalnya. Ya paling tidak Jawa Tengah juga. Karena kalau dari luar daerah jangka waktunya tinggal sedikit,” ujarnya.

Terkait operasional, ada 182 hotel dan restoran yang buka. Seluruhnya telah terverifikasi dan memiliki sertifikasi Sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE). Sementara total keanggotaan DPD PHRI DIJ mencapai 496 hotel dan restoran.

“Saat ini kami masih gaungkan promo staycation dan harga kamar sudah diskon lebih dari 50 persen. Memang belum bisa memberi oksigen bagi kita, tapi semoga bisa menarik tamu,” harapnya. (dwi/sky)

Jogja Raya