RADAR JOGJA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DIJ menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) V Rabu (30/12). Dalam muswil yang berlangsung di Hotel Grand Inna Malioboro itu ada sejarah tercipta.

Untuk kali pertama sejak partai berlogo matahari itu berdiri, Raja Keraton Jogja Sultan Hamengku Buwono X hadir dalam muswil. Tak hanya hadir, HB X yang juga gubernur DIJ ini juga memberikan sambutan dan harapan kepada PAN ke depan.

Hamengku Buwono X mengapresiasi penyelenggaraan Muswil DPW PAN DIJ tahun ini. Menurutnya, momentum ini mampu menjadi forum referensi, introspeksi, sekaligus perspektif partai dalam menentukan perjalanan ke depan.
“PAN menunjukkan diri sebagai partai yang bersifat terbuka dan majemuk, dari berbagai pemikiran dan latar belakang etnis, maupun agama,” ujar HB X.

Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN Mumtaz Rais yang juga hadir dalam acara ini menegaskan, arah partai telah berubah. Menurutnya, selama ini PAN memang dikenal menjadi oposisi bagi Keraton Jogja. Namun, kini tidak lagi.

“Jadi yang tadinya kita oposisi terhadap Keraton, mulai hari ini kita bekerjasama ya. Insya Allah berkesinambungan dengan Sultan Hamengku Buwono X untuk masa-masa mendatang,” ujar putera Amin Rais ini.

Mumtaz juga menyatakan ke depan PAN siap merangkul lebih banyak pihak lagi. Tujuannya bukan soal output politik, tapi untuk kemajuan DIJ. “Arah baru untuk membangun Jogja dengan penuh harapan yang cerah,” tandas Mumtaz.

Sementara itu politisi muda PAN Raudi Akmal juga mengutarakan harapannya kepada PAN DIJ ke depan. Terutama soal kolaborasi PAN DIJ dengan Pemprov DIJ yang baru saja terjalin. “PAN punya sejarah baru dan siap berkolaborasi dengan Pemprov DIJ,” katanya.

Lebih lanjut Raudi juga menegaskan, PAN DIJ sampai saat ini masih sangat solid. Menurutnya, partainya masih memiliki basis dukungan yang kuat. Dukungan itu yang harus dijaga dan dikembangkan dengan baik.

Selain itu, putera Bupati Sleman Sri Purnomo ini juga menyoroti munculnya beberapa partai baru belakangan. Hal itu seharusnya membuat PAN DIJ semakin terpacu untuk bisa bersaing. “PAN harus bekerja lebih keras untuk menjaga dan menambah suaranya,” tandas politisi berusia 25 tahun itu. (kur/laz)

Jogja Raya