RADAR JOGJA – Pemda DIJ mengambil kebijakan baru terkait pergantian tahun sesuai Surat Keputusan Nomor 443/0374 Isinya tentang kebijakan pembatasan jam operasional bagi objek wisata. Untuk mengantisipasi kerumunan, Pemda meminta Seluruh objek wisata hanya buka hingga 18.00 Kamis ( 31/12).Kebijakan tersebut berlaku untuk Kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul.

Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji memastikan kebijakan ini telah berlaku. Dia meminta para Bupati memantau melalui jajaran wilayah. Guna memastikan para pengelola objek wisata patuh akan kebijakan Pemprov DIJ tersebut.

“Sudah bersurat ke Bupati-Bupati agar ini menjadi perhatian. Pembatasan jam operasional objek wisata maksimal hanya sampai jam 6 sore untuk hari ini atau puncak tahun baru,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (31/12).

Bukan tanpa alasan Pemprov DIJ menerbitkan kebijakan ini. Tujuannya untuk mengantisipasi munculnya kerumunan menjelang malam pergantian tahun. Tak hanya di titik utama objek wisata tapi juga akses menuju objek wisata.

Aji meminta Pemkab maupun Gugus Tugas Penanganan Covid-19 wilayah memantau secara tegas. Tentunya dengan melibatkan perangkat pemerintahan di tingkat Kapanewon hingga Kalurahan. Disamping itu Aji juga berharap masyarakat maupun wisatawan bijak dalam memahami keputusan ini.

“Masih dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini sehingga wujudnya antisipasi. Agar tak memunculkan kerumunan. Apalagi ini malam pergantian tahun, rawan terjadi kerumunan kalau objek wisata tetap buka,” katanya.

Pemkab Sleman merespon kebijakan ini dengan cepat. Berupa terbitnya Surat Edaran nomor 443/2592 tanggal 30 Desember 2020 tentang Pembatasan Jam Operasional Destinasi Pariwisata. Secara tegas meminta objek wisata hanya operasional hingga 18.00.

Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Sleman Aris Herbandang memastikan seluruh pengelola objek wisata telah menerima surat edaran. Terkait pengawasan, pihaknya akan berkoordinasi dengan lintas instansi dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman.

Terkait langkah tegas, diawali dengan teguran. Selain itu juga menutup paksa operasional objek wisata jika melebihi 18.00. Pihaknya juga tetap menyiapkan skema sanksi. Tentunya sesuai dengan kadar pelanggaran.

“Kami minta pengelola untuk tutup pukul 18.00 khusus hari ini. Masalah sanki akan dilihat kategori pelanggarannya seperti apa. Tentunya berdasarkan laporan hasil monitoring sebagai bahan pertimbangan pemberian sanksi,” tegasnya.

Pasca tahun baru, regulasi kembali ke Surat Edaran Sekda atas nama Bupati Sleman Nomor 440/02875 tentang Penyesuaian Kegiatan dalam Pencegahan Penyebaran Covid-19 selama libur cuti bersama hari raya Natal dan Tahun Baru. Kebijakan ini berlaku hingga 8 Januari. Berupa batas jam operasional hingga 22.00 WIB.

“Kebijakan diharapkan mampu menekan angka sebaran Covid-19. Kami juga terus memggaungkan CITA MAS JAJAR atau cuci tangan, memakai masker dan jaga jarak kepada pengelola wisata,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya