RADAR JOGJA – Pandemi Covid-19 di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) kian mengkhawatirkan. Menurut data terbaru Selasa (29/12) petang, angka positif di provinsi ini menyentuh angka 282 per hari.

Angka ini menjadi rekor tertinggi lagi di DIJ. Dalam sepekan terakhir, sudah tiga kali Jogjakarta memecahkan rekor angka positif Covid-19 harian. Total sampai saat ini angka positif Covid-19 di DIJ sudah mencapai 11.602 kasus.
Lonjakan yang luar biasa ini disebabkan banyak hal. Salah satunya pergerakan manusia yang tidak terkontrol. Apalagi ketika memasuki waktu libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Melihat situasi ini, DPRD DIJ meminta Pemprov DIJ segera merumuskan dan melakukan opsi pembatasan pergerakan manusia. Salah satu caranya dengan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Mohon dipikirkan betul, dirumuskan dengan tegas untuk pembatasan pergerakan manusia. Opsi ini perlu dipikirkan dan lakukan,” kata Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana kamarin.

Selain itu, DPRD DIJ juga menyoroti soal peningkatan kapasitas rumah sakit. Dewan khawatir jika masih seperti itu, rumah sakit akan penuh dan tidak bisa menampung masyarakat yang sakit. “Kita harus jaga betul itu, jangan sampai selesai liburan Nataru nanti rumah sakit benar-benar tidak bisa lagi menampung pasien,” tandas Huda.

Kadarmanta Baskara Aji.(HERY KURNIAWAN/RADAR JOGJA)

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pihaknya menerima masukan dari berbagai pihak. Termasuk dari DPRD kaitannya dengan opsi PSBB. Ia menyatakan Pemprov DIJ, Gugus Tugas, dan dinas-dinas terkait akan segera menggelar rapat untuk merumuskan opsi yang paling tepat.

“Besok (hari ini, Red) kami akan bahas itu,” kata Aji. Mantan kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ ini menjelaskan, sebenarnya pemprov sudah berusaha mencegah atau mengurangi kedatangan masyarakat luar ke DIJ.

Hal itu menyusul diberlakukannya syarat minimal surat rapid test antigen bagi wisatawan yang datang ke Jogja, beberapa waktu lalu. Namun, menurut Aji, daya tarik pariwisata di DIJ terlalu tinggi. Hal itu yang membuat kondisi beberapa lokasi wisata di DIJ tetap ramai. Utamanya kawasan Jalan Malioboro dan Tugu Pal Putih.

Pantauan Radar Jogja di Jalan Malioboro Selasa (29/12) sore, terlihat sangat ramai. Masyarakat yang kebanyakan dari luar DIJ sibuk menikmati apa saja yang ada di jalan itu. Seperti menikmati kuliner, berbelanja, atau sekadar berfoto saja.

Umi Hani, salah seorang wisatawan yang kebetulan ada di Malioboro mengaku iseng saja mendatangi jalanan legendaris itu. Menurutnya, ia hanya melihat situasi terkini Malioboro. Ketika ditanya soal opsi penutupan lokasi-lokasi wisata termasuk Malioboro, Umi mengaku tidak masalah. “Tidak ada soal, demi kepentingan bersama juga. Apalagi besok tahun baru pasti ramai sekali kalau tidak ditutup,” kata Umi. (kur/laz)

Jogja Raya