RADAR JOGJA – Wakil Ketua DPRD Kota Jogja Krisnadi Setyawan mengusulkan kawasan Tugu Pal Putih hingga titik nol kilometer ditutup selama malam pergantian tahun. Tujuan utama untuk menghindari munculnya kerumunan merayakan tahun baru. Menurutnya langkah ini lebih efektif untuk menerapkan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Dasar dari usulan ini adalah terbitnya Instruksi Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X). Terkait pembatasan jam operasional di malam hari hingga 22.00. Kebijakan ini merupakan turunan dari Pemerintah Pusat selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Usulan lockdown kawasan Tugu, Malioboro, secara pribadi saya pantau banyak dinamika sosial. Dengan keluarnya instruksi gubernur pembatasan sampai jam 10 malam juga memberatkan PKL. Mereka persiapan jam 5 sore, buka jam 7 malam dan disuruh tutup jam 10 malam. Belum tentu dapat pembeli,” jelasnya, Senin (28/12).

Usulan tersebut semakin dikuatkan dengan adanya Surat Edaran Wali Kota Jogja. Berbicara tentang hal yang sama. Pembatasan jam operasional tempat usaha hingga 23.00. Menurutnya kebijakan penutupan simpul Tugu Pal Putih hingga titik nol kilometer adalah solusi yang tepat.

Krisnadi berandai-andai kondisi dengan kondisi tahun baru pada umumnya. Kerumunan akan sulit untuk dipecah. Terlebih jika simpul utama tetap dibuka. Maka akan muncul kerumunan di ruas jalan dan pedestrian simpul tersebut.

“Meskipun sampai jam 10 malam tapi kerumunan itu biasanya sejak sore tidak jajan, cuma nongkrong. Ini akan sudah dikendalikan kalau tetap dibuka,” katanya.

Masalah lain yang menjadi perhatiannya adalah tumpukan sampah tahun baru. Menurutnya ini bisa menjadi masalah baru usai pergantian tahun. Pada tahun-tahun sebelumnya, komunitas turut berperan dalam membersihkan tumpukan sampah.

Dia akan melarang komunitas turut serta dalam kerja bakti pembersihan sampah. Alasannya adalah resiko tinggi selama pandemj Covid-19. Sehingga dia meminta Pemkot Jogja mempertimbangkan usulan penutupan simpul Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer.

“Maka mending ini dilockdown total, secara teknis yang memungkinkan Tugu sampai titik Nol Kilometer. Ini yang kami usulkan dilockdown selama 12 jam dari jam 6 sore sampai jam 6 pagi,” usulnya.

Dia turut mencontohkan kondisi awal pandemi Covid-19 di Jogjakarta. Kala itu kebijakan berjalan sangat ketat. Berupa tindakan tegas pembubaran kerumunan. Termasuk ada kegiatan penyisiran oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Berkaca pada aksi awal pandemi, Krisnadi optimis akan usulannya. Termasuk menutup simpul kawasan Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer. Harapannya agar sebaran Covid-19 tak muncul saat malam pergantian tahun.

“Secara resmi kita sampaikan di paripurna. Mendapat dukungan anggota lain, karena kapasitas kita juga sudah hampir habis. Kita lihat teman-teman petugas kewalahan kalau tidak direm. Apalagi kalau lihat teman-teman BPBD kewalahan. Jadi kita tidak mau 2 hingga minggu lagi ada ledakan kasus berikutnya,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya