RADAR JOGJA – Libur panjang akhir tahun yang kelam bagi dunia pariwisata. Ya, meski tidak ada pembatasan jumlah kunjungan, libur Natal dan Tahun  Baru (Nataru) kali ini tetap sepi wisatawan. Ini juga yang terjadi di Gunungkidul. Padahal, tahun-tahun sebelumnya objek wisata di kabupaten ini selalu dijubeli pengunjung saat libur akhir tahun.

 

GUNAWAN, Gunungkidul, Radar Jogja   

Kendati tidak ada pembatasan jumlah kunjungan pada libur panjang akhir tahun ini, hal itu tidak berdampak signifikan. Karena faktanya, data kunjungan wisatawan ke Gunungkidul justru rendah. Jauh dari target yang diinginkan.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul  Asti Wijayanti mengatakan, libur akhir tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya. Dia menduga, merosotnya jumlah wisatawan sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

“Dari data 24 Desember sampai 26 Desember 2020, jumlah kunjungan ke objek wisata beretribusi mencapai 37.740 wisatawan,” kata Asti Wijayanti saat dihubungi Radar Jogja Minggu (27/12).

Sementara target PAD 2020 sebesar Rp 13.972.171.120. Realisasi sampai dengan 30 November 2020 sebanyak Rp 12.509.109.510 atau 89.5 persen. Target libur Nataru mulai 24 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021 sebanyak 204.822 kunjungan, dengan jumlah pendapatan sebesar Rp 1. 540.115.000.

“Pemkab tidak membatasi pengunjung seperti daerah lain untuk datang ke kawasan wisata. Pengunjung yang datang lebih sedikit dari kapasitas kawasan, terutama kawasan pantai. Kalaupun misalnya ada pembatasan, jam kunjung sampai pukul 22.00,” katanya.

Diakui, banyak wisatawan yang sampai ke kawasan pantai pada waktu malam, sehingga sulit pengendaliannya. Penekanannya, kata Asti, memprioritaskan protokol kesehatan.

Untuk menertibkan para pengunjung,  ada  511 personel berasal dari berbagai unsur, terdiri atas aparat, organisasi perangkat daerah (OPD), kapanewon, kalurahan, SAR, hingga komunitas kemasyarakatan. “Seluruh personel bekerja selama 11 hari, mulai 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2020,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim SAR Pantai Baron Surisdiyanto mengatakan, situasi sampai dengan pukul 14.15 kemarin berlangsung kondunsif atau tidak ada kejadian menonjol. Gelombang terpantau landai, namun wisatawan tetap diminta hati-hati.

“Dari petugas juga terus mengingatkan pengetatan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan penggunaan masker,” kata Surisdiyanto. (laz)

Jogja Raya