RADAR JOGJA – Menjelang Perayaan Natal ,Tim Penjinak Bom ( Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda DIJ, melaksanakan sterilisasi di tiga gereja wilayah kota Jogja. Ketiga gereja tersebut diantaranya Gereja Katolik Santo Albertus Agung Jetis, Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Pugeran dan Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru. Diketahui ketiga gereja ini melakukan ibadah secara tatap muka.

Kapolsek Gondokusuman Kompol Bonifasius Slamet mengatakan pengecekan merupakan kegiatan rutin tahunan. Berlangsung selang sehari sebelum puncak perayaan Natal. Melingkupi lingkungan luar dan dalam Gereja hingga setiap sudut ruangan dan altar.

“Dari hasil pengecekan Jibom Gegana Brimob, tidak ditemukan barang membahayakan di Gereja Kotabaru. Semua dalam keadaan steril dan aman. Siap melaksanakan peribadahan gereja,” jelasnya ditemui di Gereja Katolik Santo Antonius Kotabaru, Kamis (24/12).

Bonifasius Slamet menambahkan,penyelenggaraan peribadahan tahun ini diakui oleh Boni sedikit berbeda. Gereja Santo Antonius Kotabaru menerapkan kebijakan khusus atas adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berupa pembatasan jumlah jemaat gereja. Termasuk penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Peribadahan misa Natal di gereja ini terbagi menjadi 6 sesi. Dua misa pertama berlangsung hari ini (24/12) tepatnya 18.30 dan 20.00. Empat misa berlangsung Jumat (25/12), mulai dari 07.00, 11.30, 16.30 dan 19.00. Setiap sesi misa Natal dibatasi 400 jemaat.

“Sudah ada pembatasan jemaat setiap sesinya. Terlebih dahulu mendaftar dan nanti duduknya sesuai dengan nomor yang didapat,” tambahnya.

Terkait pengamanan tetap berlangsung sesuai perencanaan. Meliputi pengamanan lalulintas, sisi luar gereja dan sisi dalam gereja. Selain unsur TNI/Polri adapula dan instansi pemerintah dan organisasi masyarakat.

Boni mengimbau agar jemaat beribadah sesuai ketentuan. Tidak membawa benda-benda yang sesuai peruntukan ibadah. Selain itu juga mendisiplinkan penerapan prokes Covid-19.

“Ikut prokes agar aman dan sehat semua. Untuk pengamanan meski jemaat terbatas tetap maksimal. Menjamin agar ibadah tetao aman, nyaman dan tenteram, “ujarnya.

Pejabat sementara (PS) Panit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda DIJ Aiptu Hanan menuturkan sterilisasi berlangsung komplek. Artinya seluruh sudut gereja diperiksa secara mendetil. Baik di lingkungan luar hingga sisi dalam bangunan gereja.

Pemeriksaan menggunakan peralatan penunjang. Mulai dari metal detektor, seeker dan mirror untuk sudut tak terjangkau. Adapula pemeriksaan manual di sudut ruang yang mudah terjangkau.

“Untuk di wilayah Polresta Jogja hanya tiga gereja yang kami sterilisasi. Ini karena hanya ketiga gereja ini yang ibadahnya tatap muka,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya