RADAR JOGJA – Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti melakukan inspeksi ke Stasiun Tugu. Kunjungan ini untuk melihat pelaksanaan protokol kesehatan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Selain itu juga implementasi pengujian rapid tes antigen kepada calon penumpang kereta api.

Haryadi mengapresiasi penerapan prokes Covid-19 di Stasiun Tugu. Seluruh penumpang yang turun telah membekali diri dengan surat keterangan non reaktif atas rapid tes antigen. Begitupula atas pemeriksaan kesehatan calon penumpang yang naik dari Stasiun Tugu.

“Sinergi dengan pemerintah sudah bagus. Menjaga apa yang menjadi instruksi atau arahan dari pemerintah pusat sampai di level daerah. Saya memastikan sudah berjalan dengan baik tanpa hambatan apapun,” jelasnya ditemui usai inspeksi, Kamis malam (24/12).

Haryadi menuturkan rapid tes antigen sangatlah tepat. Terbukti dengan tingkat kepatuhan para calon penumpang rute jarak jauh. Tak hanya untuk moda transportasi kereta api tapi juga bus dan pesewat.

Dia meminta para calon penumpang memahami dasar dari kebijakan ini. Berupa upaya menekan sebaran Covid-19 selama libur natal dan tahun baru. Itulah mengapa rapid tes antigen menjadi syarat wajib bagi setiap individu.

“Warga Negara Indonesia yang ingin melaksanakan perjalanan dengan transportasi umum wajib membekali diri dengan rapid antigen non reaktif. Pasti agar lebih aman, nyaman dan sehat,” katanya.

Haryadi memastikan tak ada larangan bagi wisatawan untuk datang ke Kota Jogja. Selama mematuhi kebijakan yang diterbitkan oleh pemerintah. Selain itu patuh dan disiplin atas prokes Covid-19.

“Silakan datang, tidak perlu dicancel kecuali sakit, kecuali hal yang tidak sesuai Protokol Kesehatan,” ujarnya.

Manajer Humas PT. KAI Daop 6 Jogjakarta Supriyanto menuturkan ada peningkatan peminat rapid tes antigen. Peningkatan ini turut menjadi indikasi pelaku perjalanan rute jarak jauh. Bahwa kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah tetap tinggi.

Berdasarkan data PT. KAI Daop 6 Jogjakarta ada 4.400 calon penumpang yang menjalani rapid tes antigen. Seluruhnya merupakan data penumpang yang naik dari Stasiun Tugu dan Stasiun Solo Balapan. Merupakan akumulasi data selama 3 hari.

“Besok ini kami akan membuka fasilitas yang sama di Stasiun Lempuyangan. Untuk memecah konsentrasi, karena banyak juga penumpang yang naik dari Stasiun Lempuyangan,” katanya.

Supriyanto turut menyampaikan data jumlah penumpang. Pada hari pertama dan kedua posko Libur Nataru, masing-masing terdapat 3.400 penumpang yang berangkat. Lalu untuk hari ketiga naik menjadi 4.700 penumpang. Sementara untuk hari keempat turun menjadi 3.400 penumpang.

Untuk data kedatangan penumpang masih tergolong fluktuatif. Catatan tertinggi sementara kedatangan penumpang pada Rabu (23/12). Sebanyak 7.600 penumpang turun di wilayah PT. KAI Daop 6 Jogjakarta. Sementara untuk hari ini terdapat 6.200 penumpang yang turun.

“Kalau puncak kedatangan kemarin (23/12), karena angkanya cukup tinggi. Kalau untuk pembatalan pemberangkatan, dari total keberangkatan kisaran 1 persen. Itupun tidak sepenuhnya menghindari rapid tes antigen,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya