RADAR JOGJA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja bergerak cepat pasca dibukanya kembali tepat pengolahan sampah terpadu (TPST) Piyungan. Ratusan armada truk langsung membersihkan tumpukan sampah di berbagai titik. Terutama yang membludak hingga menutup bahu jalan.

Kepala DLH Kota Jogja Sugeng Darmanto mengatakan pembersihan dilakukan sejak Rabu pagi (23/12). Beberapa lokasi yang menjadi sasaran utama adalah depo dan tempat pembuangan sampah di wilayah jalan Urip Sumoharjo, jalan Hayam Wuruk, lapangan Karang Kotagede dan titik lainnya.

Sugeng menuturkan setiap truk memiliki kapasitas yang berbeda. Untuk truk biasa, berkapasitas 4 hingga 5 ton. Sementara untuk jenis kompektor mampu menampung 6 ton sampah. Hitungan ini tergantung dari jenis sampah basah atau sampah kering.

“TPST Piyungan sudah dibuka lagi. Sampai siang ini kami sudah membuang 132 rit sampah atau 132 truk. Satu rit itu hitungannya satu truk biasa atau kompektor,” jelasnya, Rabu (23/12).

Sugeng menargetkan operasi bersih-bersih sampah rampung dalam 2 hari kedepan. Selanjutnya menjaga agar alur pembuangan sampah tetap lancar. Terlebih dalam menyambut libur natal dan tahun baru.

“Setidaknya beberapa titik sudah mulai terurai tumpukan sampahnya. Targetnya 2 hari kedepan sudah rampung semua dan tak ada tumpukan sampah di kota Jogja,” katanya.

Sugeng menambahkan, TPST Piyungan sendiri tutup sejak Jumat pagi (18/12). Imbasnya distribusi sampah menuju Piyungan Bantul juga berhenti. Hingga akhirnya memunculkan tumpukan sampah di beberapa wilayah. Tak hanya Kota Jogja tapi juga Kabupaten Sleman dan Bantul.

“Kalau dihitung, rata-rata sampah Kota Jogja perhari itu kisaran 250 sampai 300 ton perharinya. Jadi kalau selama 5 hari ini ya sekitarĀ  1.250 hingga 1.500 ton,” tambahnya

DLH Kota Jogja tidak bisa istirahat begitu saja. Pihaknya masih memiliki pekerjaan rumah libur natal dan tahun baru. Mantan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kota Jogja memprediksi ada peningkatan volume sampah.

Berdasarkan hitungan, peningkatan sampah selama libur Nataru diprediksi mencapai 10 hingga 15 persen. Langkah antisipasi dilakukan dengan mengoptimalkan armada yang ada. Selain itu juga melakukan pembersihan secara berkala.

“Kebetulan ada tambahan 3 kompektor hibah dari Kemenpar. Ini yang nantinya akan dioptimalkan selama libur nataru. Ditambah dengan armada yang sudah ada,” katanya. (dwi/sky)

Jogja Raya