RADAR JOGJA – Dua calon penumpang kereta api di Stasiun Tugu Jogjakarta dinyatakan reaktif terhadap rapid antigen. Hasil ini keluar setelah seluruh calon penumpang melakukan uji rapid antigen di pintu selatan Stasiun Tugu Jogjakarta, Selasa (22/12). Alhasil keduanya tak bisa melanjutkan perjalanan sesuai tiket yang dibeli.

Manajer Humas PT. KAI Daerah Operasional 6 Jogjakarta Supriyanto memastikan ada tindakan medis lanjutan. Berupa penempatan di ruang isolasi khusus Stasiun Tugu Jogjakarta. Untuk kemudian diarahkan periksa kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan khusus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Ada 2 calon penumpang yang positif Covid-19. Sesuai standar operasional prosedur tiket dibatalkan dan dikembalikan 100 persen. Lalu dari petugas kesehatan sudah mengarahkan untuk pemeriksaan medis lebih lanjut,” jelasnya, Rabu (23/12).

Supriyanto menambahkan, pasca penerapan kebijakan rapid antigen, tercatat penurunan jumlah penumpang. Walau begitu antusiasme warga tetap tergolong tinggi. Terlebih pemeriksaan medis di stasiun kereta api sifatnya mempermudah. Terutama bagi calon penumpang yang tidak sempat uji kesehatan di pusat pelayanan kesehatan khusus Covid-19.

Ada 1.215 calon penumpang yang menjalani rapid antigen di hari pertama. Untuk penumpang yang naik dari Stasiun Tugu terdapat 1.012 orang. Sementara 203 penumpang berangkat dari Stasiun Balapan Solo.

“Semuanya adalah calon penumpang perjalanan rute jarak jauh. Selain rapid antigen juga ada protokol kesehatan selama perjalanan. Kami juga memberikan face Shield saat pembelian tiket,” tambahnya.

Kebijakan ini sendiri bertujuan meminimalisir sebaran Covid-19. Mengacu pada Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

Adapula Surat Edaran Kemenhub Nomor 23 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian Selama Masa Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19. Didalamnya termuat jelas syarat dan kewajiban sebelum melakukan perjalanan lintas provinsi.

“KAI mematuhi seluruh aturan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” ujarnya.

Berbeda dengan rapid antibodi, rapid antigen memiliki jangka waktu yang lebih pendek. Dari awalnya berlaku 7 hari menjadi 3 hari. Sementara untuk hasil dari swab PCR masih berlaku 14 hari. Tentunya dengan syarat non reaktif atau negatif terhadap Covid-19.

“Adapun syarat-syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan KA jarak jauh dengan usia dibawah 12 tahun,” katanya.

Supriyanto tak menampik sempat ada kendala di hari pertama penerapan tes rapid antigen. Beberapa penumpang sempat menyatakan keberatan atas pemeriksaan medis ini. Alasan utama adalah terlalu mendadak dan mepet dengan jadwal keberangkatan.

Terhadap keluhan ini pihaknya telah menampung. Kedepannya Supriyanto meminta agar calon penumpang telah mempersiapkan syarat-syarat perjalanan. Untuk uji rapid antigen di stasiun dilakukan paling lambat H-1 sebelum keberangkatan.

“Diimbau untuk melakukannya H-1 perjalanan untuk menghindari keterlambatan jika dilakukan di hari keberangkatan. Boleh di stasiun atau di laboratorium atau rumah sakit dengan fasilitas rapid antigen,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya