RADAR JOGJA – Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad menjabarkan kebijakan pemerintah pusat untuk libur Nataru. Tak hanya tentang rapid antigen, tapi pembatasan jam operasional kafe, restoran, tempat hiburan, dan wisata. Selama libur Natal dan tahun baru (Nataru), operasional dibatasi hingga 20.00. Berlaku dari 18 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Noviar memastikan tak ada sanksi untuk pelanggaran tersebut. Kebijakan penutupan berbeda dengan milik Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemprov DIJ berupa penutupan sementara selama 3 hari. Sementara untuk kebijakan libur Nataru hanya ditutup sesuai jam ketentuan.

”Toko, warung, tempat hiburan, dan swalayan selama libur Nataru dibatasi sampai jam 20.00. Kalau melanggar kami tutup paksa jam itu juga. Tidak ada sanksi, hanya ditutup saja,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Senin (20/12).

Kebijakan lainnya adalah tidak adanya kerumunan selama libur Nataru. Termasuk penyelenggaraan pesta kembang api. Menurutnya, kegiatan ini berpotensi menimbulkan kerumunan. Baik di lokasi unit usaha maupun ruang publik.

Pihaknya turut melibatkan Satpol PP di wilayah. Guna mengawasi secara intens di setiap kabupaten dan kota. Tujuannya agar kebijakan dapat dipatuhi dan menjadi kesadaran bersama. ”Sesuai dengan arahan pemerintah pusat, peringatan Nataru tidak boleh ada kerumunan. Tidak ada peringatan dalam bentuk pesta kembang api. Kalau ada, maka kami bubarkan,” tegasnya. (dwi/ila)

Jogja Raya