RADAR JOGJA- Puluhan orang yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman DIJ (RTMM) melakukan aksi memungut puntung rokok di sepanjang area pedestrian kawasan Malioboro, Sabtu (19/12).
Aksi tersebut untuk mendukung kawasan tanpa rokok.
Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman DIJ, Waljit Budi Lestaryanto mengatakan kegiatan tersebut untuk merespon atas diterbitkannya Perda no 2 tahun 2017 terkait kawasan tanpa rokok. Di bulan September, Pemerintah Jogja menetapkan bahwa kawasan Malioboro ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok.
“Atas ditetapkannya kawasan Malioboro tanpa rokok, maka kami meresponnya dengan bagaimana penerapan kawasan tanpa rokok ini seimbang. Keseimbangan itu agar dapat berbagi ruang,” ujarnya (19/12), saat ditemui usai aksi.
Waljit menambahkan, dengan penerapan itu, pihaknya berharap agar Pemerintah Jogja menyediakan ruang-ruang bagi perokok yang tentunya memadai dan representatif.
Dalam aksinya yang dilakukan dengan berjalan dari depan Pasar Beringharjo hingga depan gedung DPRD DIJ tersebut ternyata masih banya ditemukan banyak puntung rokok yang dibuang dan berserakan di kawasan pedestrian Malioboro.
Itu artinya, penerapan Perda kawasan tanpa rokok dari Pemkot belum maksimal dilaksanakan.
Maka, alangkah baiknya Pemkot segera menambah ruang bagi perokok.
“Kami mengusulkan agar pemkot menyediakan tempat bagi perokok. Idealnya, di kawasan pedestrian Malioboro ini ada 8 lokasi,” tambahnya.
Ketua DPD KSPSI DIJ Ruswadi mengatakan bahwa selaku induk dari Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman DIJ (RTMM) menyambut baik dengan adanya kegiatan aksi pada hari ini.
Aksi ini sebetulnya perlu di contoh, karena terbitnya Perda dari Pemkot adalah suatu bentuk pelarangan untuk tidak merokok.
“Aksi ini merupakan salah satu contoh untuk menyikapi secara halus Perda kawasan tanpa rokok ini,” ujarnya. (sky)
Jogja Raya