RADAR JOGJA – Satpol PP Pemprov DIJ menyegel Platinum Kitchen, Bar & Lounge yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (17/12. Kafe itu disegel karena melanggar protokol kesehatan dengan membuka acara joget hingga dini hari.

Penutupan dilakukan pukul 15.00. Sebelumnya, kafe itu sudah mendapatkan peringatan beberapa kali namun tidak diindahkan. “Kami melakukan penyegelan karena pertama kami telah melakukan pembinaan 2 Oktober lalu. kemudian kami lanjutkan di bulan November,” kata Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad.

Penutupan kafe itu akan dilakukan selama tiga hari untuk memberikan efek jera. Nantinya jika kafe ini masih melanggar prokes dan jam operasional, akan ditutup secara permanen. “Kemudian kami evaluasi setelah tiga hari. Jika nantinya masih melakukan pelanggaran, maka kami usulkan penutupan permanen,” ujarnya.

Dalam penutupan ini Noviar juga menyertakan beberapa alat bukti. Salah satunya video joget-joget yang diambil Rabu (16/12) dini hari. Penutupan kafe ini menjadi yang perdana di Jogjakarta sejak pandemi Covid-19. Sejauh ini tercatat ada 12 kafe yang sudah mendapat surat peringatan kedua. Diharapkan mereka mematuhi prokes.

Terpisah, Gubernur Hamengku Buwono X menegaskan, kebijakan mengenai prokes akan terus dilakukan. Kebijakan itu tidak akan bisa berjalan jika masyarakat tidak menerapkannya dengan baik. “Jangan kami yang punya kuasa kebijakan ngomong gitu terus tapi masyarakat tidak menyadari,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Jogja Agus Winarno mengimbau masyarakat untuk menghindari tempat-tempat yang ramai. Itu penting dilakukan agar penularan virus korona bisa dicegah. “Kepada siapa pun warga Jogja kalau ingin ke suatu tempat dan kebetulan tempat itu ramai, ya dihindari,” tegasnya. (kur/laz)

Jogja Raya