RADAR JOGJA – Revitalisasi kawasan Tugu Pal Putih, resmi usai (18/12). Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB ) X  menilai revitalisasi kawasan Tugu Pal Putih sangatlah tepat. Menurutnya lokasi ini memiliki nilai sejarah yang tinggi. Tak hanya bagi Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat tapi juga Jogjakarta secara umum.

Pada jamannya Tugu Pal Putih bernama Tugu Golong Gilig. Didirikan oleh  Sultan Hamengku Buwono (HB) I  tahun 1756. Bentuk awal bangunan ini berupa silinder atau golong dengan puncak berupa bulatan atau Gilig. Bentuk ini memiliki nilai filosofi tinggi berdasarkan kearifan lokal.

“Bermakna semangat persatuan antara rakyat dengan rajanya. Juga manunggaling kawula Gusti yang artinya menyatunya manusia dengan kehendak sang pencipta,” jelasnya, Jumat (18/12).

Pada jamannya, Gilig digunakan sebagai titik pandang sang raja. Tepatnya saat Sri Sultan Hamengku Buwono yang bertahta melakukan meditasi di Bangsal Manguntur Tangkil. Ini sesuasi nilai filosofi pembangunan awal Tugu Golong Gilig.

Bangunan bersejarah ini sempat rusak parah tahun 1867. Kala itu Tugu Golong Gilig patah sepertiga bagian akibat gempa besar. Hingga akhirnya dibangun kembali 1889 dengan bentuk yang berbeda.

“Nilai filosofi tetap kuat, terutama sumbu antara Panggung Krapyak hingga Tugu Pal Putih. Itulah mengapa landmark ini juga memperkuat usulan Jogjakarta sebagai kota filosifi ke UNESCO,” katanya.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan konsep revitalisasi kawasan Tugu Pal Putih adalah pedestrian. Dikuatkan dengan adanya penataan empat ruas jalan yang berada di sisi timur, barat, selatan dan Utara Tugu Pal Putih.

Penataan kawasan ini mengedepankan estetika perwajahan. Berupa turunnya kabel melintang di keempat sisi Tugu Pal Putih. Konsepnya adalah dengan menanam kabel listrik maupun fiber optik dengan sistem ducting.

“Paling penting keadaan simpang Tugu, kami berhasil menurunkan 270 meter untuk ducting kabel fiber optic dan PLN. Sudah mendesain sejak 3 tahub lalu. Ini merupakan bagian dari penataan Kota Jogja,” ujarnya.

Haryadi menambahkan, kawasan Tugu Pal Putih menghabiskan anggaran sebesar Rp 9,5 Miliar. Mulai dari penurunan dan ducting kabel melintang hingga penataan pedestrian pendukung. Beberapa kursi juga mulai terpasang di empat sisi Tugu Pal Putih.

“Ini adalah bagian untuk mengamankan sejarah dan juga ikon kota. Masyarakat besok bisa menikmati Tugu yang sudah bebas dari kabel dari berbagai sisinya,” tambahnya.(dwi/sky)

Jogja Raya