RADAR JOGJA – Petugas gabungan Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19  DIJ akhirnya menutup paksa Platinum Cafe di kawasan pusat kota karena masih saja nekat menggelar pesta dan memicu kerumunan massa pada Kamis dini hari (17/12). Sempat mendapatkan surat peringatan hingga 3 kali, akhirnya cafe ini ditutup sementara. Langkah tegas ini merupakan konsekuensi atas pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Dari video amatir yang beredar, tampak di dalam kafe yang beralamat di Jalan Urip Sumoharjo Jogja itu puluhan orang tengah menari dan berdansa saling berdekatan.

Pesta itu diiringi alunan musik disco dan lampu sorot warna –warni. Hampir semua orang di kafe itu tak memakai masker apalagi jaga jarak.

Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad menegaskan pelanggaran prokes telah berulang. Peringatan pertama dilayangkan 2 Oktober, disusul peringatan kedua pada medio November. Hingga akhirnya terjadi pelanggaran yang sama, Kamis dini hari (17/12).

“Kami segel karena melanggar Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020. Penutupan sementara selama 3X24 jam. Kami evaluasi apakah yang bersangkutan masih melakukan pelanggaran maka usulkan penutupan permanen,” tegasnya, Kamis (17/12).

Noviar menjelaskan detil pelanggaran terakhir. Tak sekadar pelanggaran prokes, Platinum Cafe juga melanggar jam operasional. Diketahui bahwa operasional selama pandemi Covid-19 dibatasi hingga 23.00. Faktanya cafe yang beralamat di jalan Urip Sumoharjo, Gondokusuman buka hingga diatas jam 02.00.

Pengawasan ketat telah dilakukan sejak pelanggaran pertama. Pelanggaran dikuatkan dengan adanya video dokumentasi. Terlihat kerumunan pengunjung yang tak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

“Kami ada bukti video, jelas tidak ada prokes sama sekali. Orang joget, tidak pakai masker dan tidak jaga jarak,” katanya.

Noviar mengingatkan agar pelaku usaha patuh atas prokes yang berlaku. Tentunya poin-poin dalam Pergub Nomor 77 Tahun 2020. Apabila terjadi pelanggaran, konsekuensinya penutupan sementara hingga permanen.

“Tidak hanya Platinum, kami juga mengawasi 12 tempat lainnya, cafe juga. Sudah diberikan surat peringatan 2. Masih kami lihat perkembangan, jika tak patuh ya kami tutup,” ujarnya.

Penutupan dilakukan Kamis sore (17/12). Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 memasang pita segel di sejumlah titik. Mulai dari panggung musik, lift pengunjung hingga pintu akses masuk. Pengelola juga diberikan surat pemberitahuan terkait penutupan tempat usaha.

Salah satu pemilik Platinum Cafe Willy mengakui kesalahannya. Hanya saja dia beralibi tak bisa mengendalikan konsumennya. Mulai dari penggunaan masker hingga jaga jarak. Alasannya fokus usahanya adalah bisnis kuliner.

“Sudah kami imbau kepada tamu, tapi karena bisnis kami bidang restirran dan minum, maka tidak mudah. Kalau jam buka, kemarin ada acara ulang tahun Platinum,” kilahnya.(dwi/sky)

Jogja Raya