RADAR JOGJA- Libur Natal dan Tahun Baru Gubernur DIJ  Sultan Hamengku Buwono (HB) X, memastikan tidak ada kebijakan khusus. Hanya saja pihaknya akan menutup unit usaha apabila muncul kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Pihaknya telah mewanti-wanti para pelaku usaha melalui ASITA dan DPD PHRI DIJ.

Kebijakan ini ditempuh atas wujud pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Selain itu juga mengacu pada kelemahan penerapan prokes Covid-19 pada masa libur sebelumnya. Terutama atas munculnya kerumunan di sejumlah objek wisata di Jogjakarta.

“Belum ada kebijakan khusus untuk Jogjakarta. Kalau ada positif (Covid-19) ya saya tutup, hotel saya tutup juga,” tegasnya ditemui di Kompleks Kepatihan, Kamis (17/12).

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini mendorong masyarakat lebih disiplin. Menurutnya inilah satu-satunya kunci dalam meminimalisir sebaran Covid-19. Setidaknya hingga vaksin Covid-19 telah terdistribusi ke khalayak umum.

Sultan Hamengku Buwono (HB) X menegaskan, bahwa kebijakan prokes Covid-19 tidak semata program pemerintah. Implementasi berjalan atas kesadaran masyarakat. Menempatkan diri sebagai subjek bukan sekadar objek regulasi pemerintah.

“Jadi saya hanya ingin membangun masyarakat punya kesadaran sendiri. Jangan kami yang punya kuasa (kebijakan) ngomong gitu terus tapi masyarakat tidak menyadari, ya percuma,” katanya.

Sultan Hamengku Buwono (HB) X memastikan, tak ada pembatasan atau penjagaan di wilayah perbatasan Jogjakarta-Jawa Tengah. Artinya wisatawan tetap boleh mendatangi Jogjakarta. Dengan catatan sadar dan wajib menjalankan prokes Covid-19 secara disipilin.

“Tidak ada pembatasan dan penjagaan di perbatasan. Hanya (fokus) di kerumunan saja. Mosok setiap bulan seperti itu (diingatkan prokes), mosok masyarakat tidak punya kesadaran yang lebih baik. Mestinya sudah 8 bulan punya kesadaran lebih baik bukan lebih jelek,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya