RADAR JOGJA – Sensasi merinding selalu dirasakan anggota komunitas biola Symphony Harmony David Maulana ketika membawakan lagu-lagu gubahan Koesbini. Misalnya lagu “Padamu Negeri” yang pernah dimainkannya saat konser orkestra di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) 2018 lalu.

“Lagunya sangat menggugah. Kalau dimainkan orkestra jadi tambah megah kedengarannya, sehingga merinding waktu main. Pengalaman dulu ada sekitar 35 pemain yang tampil membawakan lagu,” jelas David Maulana saat dihubungi.

Lagu itu cukup populer di masyarakat. Dari generasi muda hingga tua, familiar jika mendengar alunan nada lagu ciptaan Koesbini. “Itu di Youtube juga banyak yang cover kan. Ada yang diaransemen ulang pakai macam-macam alat musik. Itu bukti bahwa lagu perjuangan ciptaan Koesbini cukup populer di tengah masyarakat,” tandasnya.

Menurut sepengetahuannya, Koesbini juga aktif menciptakan lagu-lagu perjuangan lain. Namun jarang diketahui oleh masyarakat umum. “Bagimu Negeri mungkin sudah pada tahu. Kalau tidak salah, juga ada lagu judulnya Pembangunan dan Salam Merdeka,” paparnya.

Koesbini, lanjut dia, selain piawai dalam menulis lagu juga berjasa dalam dunia musik Indonesia. Sebab, Koesbini juga aktif dalam menyanyi, bermain musik keroncong dan bekerja sama dengan komponis terkemuka di masanya.

Menurutnya, penulis lagu perjuangan di era penjajahan perlu dihormati. Sebab, masa itu dipenuhi ancaman dan tekanan. Berbeda dengan masa pasca kemerdekaan. “Menulis lagu harus diam-diam, liriknya diselubungkan. Mereka yang berani penulis lagu perjuangan itu harus diapresiasi,” jelas David. (tor/laz)

Jogja Raya