RADAR JOGJA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja tengah menyusun skema arus lalulintas kendaraan dan mobilitas manusia selama malam pergantian tahun. Fokusnya adalah ruas jalan di kawasan Malioboro hingga titik nol kilometer. Berupa pembagian kapasitas per zona dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi memastikan tak ada penutupan kawasan Malioboro. Pernyataan ini guna menjawab kabar yang tengah beredar. Bahwa Malioboro akan ditutup selama pergantian tahun guna meminimalisir kerumunan manusia.

“Kemungkinan tidak ditutup, dalam artian kendaraan bermotor tetap boleh melintas. Kalau ditutup, malah kerumunan manusianya semakin banyak,” jelasnya, Jumat (11/12).

Heroe  menambahkan, penutupan jalan justru akan menambah kapasitas mobilisasi manusia. Banyak pejalan kaki yang akan memadati ruas jalan Malioboro. Sehingga penutupan untuk kendaraan bermotor ditiadakan.

“Ini masih kajian, sampai menemukan formula yang benar-benar pas. Orang tetap boleh datang tapi dengan prokes dan pembagian zona,” tambahya.

Skema pembatasan jumlah pengunjung masih berlaku. Berupa pengoptimalan lima zona di wilayah Malioboro. Setiap zona maksimal terisi 500 orang. Artinya hanya Malioboro hanya boleh dikunjungi oleh 2.500 orang dalam momen tahun baru.

Pihaknya juga akan mengoptimalkan penjagaan gerbang zona. Kali ini tak hanya memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) jogoboro, tapi juga teknologi. Berupa inovasi thermogun di setiap gerbang zona.

“Nanti kalau ada kerumunan maka ditutup dulu perzonanya. Bangku juga sudah kami pasang penanda khusus semi permanen. Tidak bisa dilepas, jadi satu bangku itu cuma bisa diduduki satu orang,” tegasnya.

Pihaknya juga ketat terhadap penyelanggaran kegiatan. Termasuk beragam kegiatan di perhotelan, cafe da restoran. Seluruhnya dilarang menyelenggarakan kegiatan luar ruang.

Sementara untuk kegiatan dalam ruang tetap ada pembatasan ketat. Tergantung pada kapasitas dan luasan gedung. Setidaknya untuk kegiatan dibatasi sebanyak 50 persen dari kapasitas.

“Kegiatan outdoor tidak diijinkan, kalau indoor terbatas untuk tamu hotel saja.¬† Tetap wajib ijin, nanti kami survey dulu. Saat hari H tetap patroli untuk mengawasi,” katanya.(dwi/sky)

Jogja Raya