RADAR JOGJA – Petahana Bupati Bantul Suharsono bersikap kstaria dengan mengaku legawa pasca perolehan quick count yang menyatakan dia dan pasangannya kalah dalam Pilkada 2020. “Jadi kalau saya, keputusan apapun itu saya terima dengan legawa. Meskipun belum resmi dari KPU dan baru dari hasil quick count,” ucap cabup nomor urut 2 ini saat dihubungi Radar Jogja tadi malam (10/12).

Suharsono tidak mempermasalahkan hasil itu. Sebab, dia paham dalam kompetisi selalu ada yang kalah dan menang. “Saya itu maunya berkompetisi sehat. Yang penting adil, jujur, transparan, dan terbuka. Saya tidak suka manipulasi data atau apa,” ujarnya.

Diakui, arus bawah pendukung ada yang tidak terima dengan hasil quick count. Sebab menemukan sesuatu yang tidak diinginkan. “Saya ingin mendidik masyarakat, tidak mempermasalahkan yang seperti itu. Pendukung saya tidak terima, tapi saya redam,” sebutnya.

Hal itu dilakukannya, mengingat Suharsono adalah purnawirawan polisi. Jadi tidak menginginkan adanya tindak anarkistis. “Jangan, wong saya saja wes legawa (Jangan, saya saja sudah bisa menerima, Red)” tuturnya.

Menurut Suharsono, jabatan merupakan amanah, sehingga tidak boleh dinodai. Selama menjabat lima tahun, jajaran pemkab pun tidak ada yang terlibat korupsi. “Sebelum saya, banyak pejabat yang masuk penjara. Pokoknya saya maju, saya kalah, saya legawa, saya terima,” tegasnya.

Kemarin Suharsono juga masih menjalankan tugasnya di Pemkab Bantul. Seperti melakukan pelantikan lurah di Bangsal Wiyoto Projo, Kompleks Kepatihan DIJ. “Masih beraktivitas, jabatan saya sebagai bupati masih sampai 17 Februari. Saya masih ngantor, walau saya kalah,” ujarnya.

Disadari, mengemban amanah rakyat menjadi bupati Bantul tidaklah mudah. Suharsono bersyukur dapat melaluinya. Ibarat sopir bus dengan banyak penumpang melalui jalan berliku, tanjakan, dan turunan curam serta jalan berlubang. “Manusia dengan seribu wajah nampak sulit dikenali dan banyak ditemui,” katanya.

Selaku pribadi dan keluarga, Suharsono pun memohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan selama memimpin Bantul. Dia juga mengucapkan terima kasih bagi para pendukungnya. Kendati belum bisa memenuhi harapan.
“Saya akan selesaikan tugas saya sampai dengan pelantikan bupati yang baru. Dan, waktu saya akan banyak dengan keluarga, momong cucu. Selamat kepada Mas Halim dan Mas Joko,” ucapnya. (fat/laz)

Jogja Raya