RADAR JOGJA – Usai rusaknya tanggul Selokan Mataram di wilayah Beteng, Desa Bligo, Ngluwar, Kabupaten Magelang, air di sungai ini akan dialirkan dengan debit kecil. Hal ini bertujuan agar tanggul darurat yang dibangun karena sebelumnya rusak pada Rabu (9/10), tidak jebol lagi.

Subkoordinator Perencanaan OP Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Antyarda Ikanadani menjelaskan, penyebab kerusakan dikarenakan gorong-gorong di bawah Selokan Mataram. Yakni saluran pembuangan yang telah ada sejak 1975 berlubang, sehingga menyebabkan tanah tanggul terbawa ke gorong-gorong.

Titik kerusakan gorong-gorong, tambah Dani, berada di sebelah tanggul kiri Selokan Mataram. Dengan kedalaman 15 meter dari tanggul atas atau 12 meter dari dasar saluran ini. Selain itu, adanya musim hujan juga mengakibatkan kerusakan pada tanggul.

Saat ini penanganan darurat sudah dilakukan. Berkoordinasi dengan Pemkab Sleman dan Dinas PUPESDEM DIJ dengan membuat tanggul darurat dari sandbag. “Sebanyak 500 sandbag dari Sleman dan 1.000 dari DIJ,” kata Dani, panggilannya Kamis (10/12).

Selama proses pembuatan tanggul, air Selokan Mataram dimatikan sementara kurang lebih dua hari. Nantinya air akan kembali dialirkan dengan debit yang kecil sebesar 1,38 l/dt. Agar tanggul darurat tidak lagi jebol. Untuk selanjutnya, penanganan permanen akan dilakukan tahun 2021, sambil menunggu para petani usai panen.

Menurut Dani, upaya untuk mengalirkan air menjadi debit yang lebih tinggi masih dilakukan. Yakni dengan cara meninggikan tanggul darurat supaya debit yang dialirkan lebih besar. Untuk kerusakan yang lain, Dani menuturkan, nantinya sekalian diidentifikasi dengan rencana rehab di Karangtalun. Namun saat ini hal tersebut masih menjadi pembahasan terkait anggaran di Jakarta.

Agar air bisa mencapai hilir Selokan Mataram, Dani mengaku telah berkoordinasi dengan pengguna air. Agar pembagian air bisa dilakukan secara bergilir. Penerima manfaat yang didominasi masyarakat Sleman, membuat pihak BBWSSO berkoordinasi dengan pemkab setempat. Meskipun sebelumnya kerusakan ada di wilayah Kabupaten Magelang. “Yakni petani dan pembudidaya ikan supaya semuanya bisa mendapatkan air,” katanya.

Ketua Satgas Bencana BBWSSO Pramono mengatakan, pintu air Bendung Karangtalun telah ditutup sejak Rabu (9/12) pukul 09.00. Oleh karena itu, pihaknya meminta pengertian semua pihak karena air Selokan Mataram yang tidak mengalir. “Kami prioritas penanganan darurat dahulu agar kerusakannya tidak melebar,” ungkapnya. (eno/laz)

Jogja Raya